FSEI IAIN SAS Bangka Belitung Adakan Studium Generale

avatar Tong Hari
Tong Hari

198 x dilihat
FSEI IAIN SAS Bangka Belitung Adakan Studium Generale
Sambut Mahasiswa Baru, FSEI IAIN SAS Babel Adakan Studium Generale



IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) mengelar acara Studium Generale (Kuliah Umum ) yang bertempat di Aula Gedung Terpadu IAIN SAS Babel, Jumat (9/09/2024).

Studium Generale digelar bertajuk "Reaktualisasi Nilai- Nilai Islam dalam Hukum Ekonomi Syariah di Era Digital 4.0 Menyongsong Indonesia Emas 2024".

Hadir dalam acara tersebut Ketua Senat UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. H. Cholidi, MA sekaligus Guru Besar pada Fakultas Syariah dan Hukum selaku Narasumber.

Dekan Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam, Dr. H. Iskandar, M.Hum menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat apalagi tema yang di usung berkaitan dengan Hukum Ekonomi Syariah.

"Stadium General merupakan kegiatan rutin yang di gelar FSEI, mereka yang ikut hari ini adalah mahasiswa semester satu dan akan memgembangkan FSEI ini semakin baik," kata H. Iskandar.

Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I Di Wakili Wakil Rektor III Dr. H. Muh Misdar, M. Ag  mengatakan, narasumber yang hadir adalah Guru Besar bidang Ilmu Fikih (ilmu tata hukum Islam).

Ia pun berharap dari materi yang disajikan dapat diserap semua guna menambah wawasan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan memberi memberi pencerahan hidup anda.

“Anak-anak semua mohon dicatat dan dipahami apa yang disampaikan karena beliau ini tamu yang sangat penting dan ahli dibidangnya. Perlu kita simak baik-baik, jangan dilepas ilmunya meskipun itu satu kata,”harap Misdar.

Mengawali meterinya, Prof. Dr. H. Cholidi, MA membangun dan membimbing kesadaran masyarakat muslim dengan pendidikan dan yang cukup tentang prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam konteks ekonomi digital.

"Ajak masyarakat sebelah sana untuk masuk ke sistem ekonomi Islam. Ekonomi Islam adalah ekonomi terbuka untuk siapa saja,"ujarnya

Ia juga menjelaskan di sini letak relevansi antara ekonomi Islam dan era digital Ekonomi Islam yang mendorong terciptanya inklusi (lembaga) keuangan untuk semua lapisan masyarakat dan bersahutan dengan pengembangan layanan keuanan digital sehingga layanan keuangan tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas.

Hubungan antara Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 sama-sama mendukung aplikasi teknologi IoT, AI, robotika, dan sejenisnya.

Jua sama-sama mendukung penggunaan teknologi untuk kesejahteraan manusia dan  Sama-sama mendukung upaya menciptakan masa depan mnusia dan dunia yang lebih baik.

Di Akhir Cholidi,  Sarjana Ekonomi Islam di era industry 4.0 dan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas; Memasyarakatkan ekonomi Islam dan mengekonomi Islamkan Masyarakat, Mengedukasi dan mentransformasikan ilmu ekonomi konvensional menuju Ekonomi Islam.(*)

Penulis :Ayaknan