
Bangka,8/6/2026. Pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN)di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tahun 2026 menghadirkan kisah inspiratif dari seorang peserta difabel yang tetap bersemangat mengikuti seleksi.Senin,8/6/2026.
Dengan dukungan panitia dan fasilitas yang disediakan, peserta tersebut mampu menjalani ujian dengan lancar dan penuh optimisme.
Peserta bernama Muhammad Nurwahid, penyandang tuna Grahita, terlihat hadir lebih awal di lokasi ujian. Dengan didampingi keluarga, ia memasuki ruang ujian yang telah disiapkan ramah bagi peserta berkebutuhan khusus. Muhammad mengaku telah mempersiapkan diri selama beberapa bulan terakhir untuk menghadapi UM-PTKIN.
"Saya sangat bersyukur bisa mengikuti ujian ini. Semoga hasilnya sesuai harapan dan saya dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang saya impikan," ujarnya.
sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN SAS Babel, Dr. H. Iskandar, S.H., S.Ag., M.Hum., MIFA., menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.
"Setiap peserta memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Kami berupaya memberikan layanan terbaik agar proses ujian dapat berlangsung dengan nyaman dan adil," katanya.
Menurutnya, kehadiran peserta difabel dalam UM-PTKIN menjadi pengingat bahwa kampus harus terus membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Ia berharap semakin banyak generasi muda penyandang disabilitas yang berani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.(*)
