IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum berbasis OBE sebagai langkah strategis dalam memperkuat mutu akademik dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman Senin,- Selasa 6- 7 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Aasrama Haji Babel ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof.Dr.KH.Hatamar,M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah Dr.Hj.Soleha,M.A, Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr.Subri Hasan, M.S.I, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr.Wahyudin Noor ,M.S.I, Ketua SETIAKIN Bangka Belitung Dr.Tinggal Purwanto,M.S.I, narasumber dari UIN Raden Fatah Palembang Dr. Irham Falahudin, M.Si. dan peserta dosen setiap program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Prof.Dr.KH.Hatamar,M.Ag menegaskan bahwa penyusunan kurikulum merupakan jantung dari sistem pendidikan tinggi. “Kurikulum adalah ruh dari proses pendidikan. Ia bukan hanya dokumen administratif, tetapi merupakan arah gerak institusi dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, religius, dan berdaya saing global,” ungkapnya
Beliau juga menambahkan pentingnya kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar lulusan Fakultas Tarbiyah siap menghadapi tantangan dunia kerja dan sosial keagamaan masa kini.
Sementara Dekan Fakultas Tarbiyah Dr.Hj.Soleha,M.A, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan dan seluruh dosen yang terlibat dalam kegiatan ini. “Workshop ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan momentum refleksi dan inovasi untuk memastikan kurikulum kita senantiasa kontekstual dengan dinamika pendidikan Islam dan kebutuhan masyarakat Bangka Belitung,” tutur,Dekan.
Beliau juga menekankan bahwa pembaruan kurikulum harus berpijak pada nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan visi IAIN SAS Babel sebagai kampus yang religius dan profesional.

Sedangkan Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr.Subri Hasan, M.S.I menjelaskan bahwa kegiatan workshop ini bertujuan untuk menyelaraskan antara visi institusi, standar nasional pendidikan tinggi, serta kebutuhan pengguna lulusan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menghasilkan kurikulum yang adaptif, integratif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, setiap program studi dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berbasis kompetensi,” jelasnya. Ia menambahkan, manfaat kegiatan ini antara lain:
1. Menyediakan panduan akademik yang relevan dan mudah diimplementasikan.
2. Meningkatkan sinergi antara dosen, prodi, dan fakultas dalam pengembangan akademik.
3. Mendorong inovasi pembelajaran berbasis riset dan kearifan lokal.
Dalam sesi utama workshop, narasumber utama menyampaikan materi dengan tema “Penguatan Kurikulum Fakultas Tarbiyah Berbasis Outcome Based Education (OBE)”.
Dr. Irham Falahudin, M.Si. Narasumber menekankan bahwa paradigma OBE menjadi pendekatan modern dalam pengembangan kurikulum yang berfokus pada hasil belajar (learning outcomes) yang ingin dicapai oleh mahasiswa, bukan sekadar pada isi atau materi yang diajarkan. “Kurikulum berbasis OBE menuntut dosen dan institusi untuk merancang proses pembelajaran secara terukur, terarah, dan berorientasi pada capaian lulusan. Setiap mata kuliah harus memiliki kontribusi nyata terhadap profil lulusan yang diinginkan,” ujarnya
Lebih lanjut, narasumber menjelaskan empat prinsip utama dalam penerapan kurikulum OBE:
1. Clarity of Focus — seluruh kegiatan pembelajaran diarahkan untuk mencapai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
2. Design Down, Deliver Up — perencanaan kurikulum dimulai dari tujuan akhir (profil lulusan), kemudian diturunkan menjadi CPL, CPMK, dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
3. High Expectations — setiap program studi harus menetapkan standar yang tinggi terhadap kualitas lulusan, baik akademik maupun moral.
4. Expanded Opportunities — mahasiswa diberikan ruang belajar yang fleksibel dan beragam untuk mencapai kompetensi melalui pendekatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Ia juga menegaskan pentingnya penjaminan mutu internal dalam pelaksanaan kurikulum OBE, sehingga setiap proses evaluasi pembelajaran dapat menghasilkan umpan balik untuk peningkatan berkelanjutan. “OBE bukan hanya kerangka administratif, tetapi budaya mutu yang harus dibangun bersama antara dosen, mahasiswa, dan institusi,” tambahnya.
Sesi tersebut diakhiri dengan diskusi aktif antara peserta dan narasumber mengenai integrasi OBE dengan karakteristik keislaman dan kearifan lokal Bangka Belitung, agar kurikulum yang dirumuskan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai religius dan sosial budaya daerah.
Harapannya, lanjut beliau, hasil dari workshop ini dapat segera diformalkan dan menjadi pedoman operasional pembelajaran di semester berikutnya. “Kami berharap kurikulum yang dihasilkan bukan hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga menjadi instrumen nyata peningkatan mutu dan karakter lulusan Tarbiyah,” tutupnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi bersama narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan, yang membahas penyusunan learning outcome, peta mata kuliah, serta integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam setiap mata kuliah.
Ketua SETIAKIN Dr. Tinggal Purwanto, M.S.I Bangka Belitung turut memberikan pandangan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi Islam dan lembaga profesi keguruan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan keislaman.
Workshop ini menjadi langkah konkret Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Bangka Belitung dalam memperkuat peran sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas Islam. “Kurikulum yang kuat akan melahirkan generasi pendidik yang cerdas, berakhlak, dan berdaya ubah bagi masyarakat,” demikian pesan penutup yang menggema di akhir kegiatan.(*)