IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri(IAIN)Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar agenda strategis bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Agama RI, dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) Monitoring Program KIP Kuliah Kemenag 2026 dan Literasi Inklusi Keuangan Syariah di kalangan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.Kamis, 21 Mei 2026, Aula Gedung Terpadu, IAIN SAS Babel .
.jpeg)
Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. H. Janawi, M.Ag., dalam keynote speechnya Atas nama pimpinan perguruan tinggi menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama, BSI, dan OJK atas sinergi serta kepedulian yang terus diberikan kepada mahasiswa melalui program bantuan pendidikan dan beasiswa.
Kehadiran Bapak dan Ibu di tempat kami merupakan sebuah kehormatan besar dan menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan pendidikan generasi bangsa.
Selain itu, "kami informasikan bahwa bantuan dan layanan beasiswa juga tersedia melalui PUSPENA sebagai bentuk dukungan kampus terhadap keberlanjutan studi mahasiswa".
Ia mengatakan Pada tahun 2022, mahasiswa penerima KIP Kuliah di kampus kami berjumlah 825 orang. Ini merupakan amanah besar dari negara yang harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, kami selalu mengingatkan kepada seluruh mahasiswa penerima KIP bahwa tidak ada alasan untuk tidak rajin belajar.
Setiap semester harus menunjukkan prestasi, disiplin, dan rasa syukur atas kesempatan yang telah diberikan oleh negara.Ujar rektor

Ari Suharso - ISE Manager BSI dalam keynote speechnya menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada Bank Syariah Indonesia dalam kegiatan monitoring Program KIP Kuliah.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan BSI sebagai bank penyalur beasiswa KIP yang bersinergi dengan IAIN SAS dalam mendukung pendidikan mahasiswa.
Menurutnya, program bantuan pendidikan dari pemerintah ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima beasiswa.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu mengelola bantuan yang diterima secara bijak serta terus meningkatkan semangat belajar dan prestasi akademik. BSI, lanjutnya, siap memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program pendidikan dan pengembangan mahasiswa penerima beasiswa KIP.

Selanjutnya, Kepala OJK Prov Kep. Bangka Belitung, Eko Wijaya, dalam keynote speechnya mengungkapkan “Dalam masa transisi ini, peran OJK sangat vital sebagai ‘dirigen’ dalam harmoni sektor jasa keuangan.
Eko mengungkapkan dalam upaya melindungi konsumen, OJK terus memperkuat peran Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (satgas PASTI) untuk menangani ancaman investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat.
"OJK Provinsi Bangka Belitung akan meluncurkan Indonesia Anti-Scam Center yang akan menjadi langkah strategis, untuk mempercepat penanganan kasus penipuan atau scam di sektor keuangan," bebernya.
OJK diharapkan tidak hanya bertindak sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi, khususnya dalam akselerasi literasi dan inklusi keuangan, penguatan pembiayaan ke sektor produktif, serta perlindungan konsumen jasa keuangan di Bangka Belitung,” paparnya.
“Dengan sistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berintegritas, kita optimistis Bangka Belitung dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dr. H. Amiruddin Kuba, S.Ag., MA., dari Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenma) Kemenag RI, memaparkan peran beasiswa dalam mengejar target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kemenag telah mengintegrasikan seluruh skema beasiswa di bawah Puspenma. Bagi mahasiswa KIP yang lulus, peluang S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri sudah kami siapkan untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Sebagai mitra utama, Eko Triyanto, VP Government Project Implementation BSI, menegaskan status BSI yang kini resmi menjadi Bank BUMN dwiwarna sejak Januari 2016 melalui perubahan AD/ART. Dengan aset mencapai Rp460 triliun pada 2026 dan laba tumbuh double digit (8%), BSI kini membidik posisi Top Five Global Islamic Bank.(*)