Koin Harmoni HIMA Psikologi Islam Tebar Senyum dan Harapan di Panti Asuhan Al-Ikhlas

avatar Tong Hari
Tong Hari

36 x dilihat
Koin Harmoni HIMA Psikologi Islam Tebar Senyum dan Harapan di Panti Asuhan Al-Ikhlas
Koin Harmoni HIMA Psikologi Islam Tebar Senyum dan Harapan di Panti Asuhan Al-Ikhlas

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Satu kebaikan kecil mampu menghadirkan senyum tulus. Berangkat dari semangat inilah, Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam (HIMA Psikologi Islam) sukses menggelar kegiatan "Koin Harmoni" di Panti Asuhan Al-Ikhlas, Pangkalpinang, pada Sabtu (18/10).

Jeshicca, Ketua HIMA Psikologi Islam, memberikan pesan mendalam sebagai penutup sambutannya. "Koin Harmoni ini bukan sekadar uang yang terkumpul, tapi adalah wujud nyata bahwa mahasiswa peduli. Setiap rupiah yang disumbangkan adalah harapan, dan melihat senyum anak-anak ini adalah bukti bahwa kebaikan kecil pun mampu menciptakan dampak besar," ujarnya.

Ia menambahkan Program ini merupakan agenda dari Divisi Sosial dan Pengabdian Masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial dan rasa empati di kalangan mahasiswa. Donasi untuk program ini dihimpun tidak hanya dari internal mahasiswa Psikologi Islam, tetapi juga melalui penyebaran pamflet ke publik agar masyarakat umum turut serta dalam memberikan sumbangan sukarela.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diawali dengan persiapan dan ramah tamah untuk menyambut anak-anak panti. Acara dilanjutkan dengan pembukaan non-formal yang meriah, diisi dengan pembacaan tilawah, sambutan dari Ketua Divisi Sosial dan Pengabdian Masyarakat (SPM), doa, dan sesi dokumentasi.

Suasana semakin hangat setelah sambutan dari Ketua HIMA Psikologi Islam, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi interaksi inti. Anak-anak diajak bermain rebutan kursi yang diselingi permainan "Pohon Cita-Cita" dan dilanjutkan dengan materi psikoedukasi ringan untuk menumbuhkan motivasi.

Bebeberapa anak-anak panti mempunyai cerita dan cita-cita nya masing-masing, dari ada yang pengen jadi Pemain Bola sampai Menjadi Manusia aja katanya. Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka giat berusaha untuk menggapai apa yang mereka  inginkan.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika Indah, salah satu anggota HIMA, berbincang dengan Thoiyyibah, anak panti berusia sekitar 5 tahun.

“Kak Indah boleh tahu, cita-cita Tyoibbah apa?” tanya Indah lembut.

“Aku mau jadi dokter, Kak, biar bisa bantu orang sakit,” jawab Tyoibbah sambil tersenyum malu.

Percakapan sederhana ini menjadi pengingat bagi seluruhnya bahwa berbagi adalah tentang menanamkan harapan dan mendukung cita-cita, bahkan pada anak-anak yang belum mengenal bangku sekolah.

Acara ditutup menjelang pukul 11.30 WIB dengan pembagian makanan kotak dan penyerahan makanan kepada anak-anak panti, dilanjutkan dengan doa bersama dan sesi foto. Seluruh dana yang terkumpul disalurkan utuh untuk membantu operasional dan kebutuhan anak-anak panti.

Terkadang segala bentuk kebaikan tidak hanyal soal banyak atau tidaknya materi yang kita berikan, namun seberapa bermanfaat apa yang kita berikan tersebut ke orang lain.

Kebahagiaan bukan datang dari banyak atau sedikit, besar atau kecilnya, namun datang dari rasa Syukur kita terhadap apa yang diberikan kepada kita, dan bagaimana kita memanfaatkan nya menjadi sesuatu yang lebih baik.(*)