Ma’had al Jami’ah IAIN SAS Babel Hadiri Munas Mudir dan Rihlah Ilmiah PTKIN Ke - IX Tahun 2022

avatar Tong Hari
Tong Hari

28 x dilihat
Ma’had al Jami’ah IAIN SAS Babel Hadiri Munas Mudir dan Rihlah Ilmiah PTKIN Ke - IX Tahun 2022
Ma’had al Jami’ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Hadiri dalam penyelenggaraan Musyawarah Nasional Mudir Ma’had & Rihlah Ilmiah Ma’had PTKIN se-Indonesia ke-IX Tahun 2022 bertempat di Hotel Swiss-BeLinn Surabaya.


IAINSASBABEL.AC.ID Bangka, 23/11/2022. Ma’had al Jami’ah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung hadiri penyelenggaraan Musyawarah Nasional Mudir Ma’had & Rihlah Ilmiah Ma’had PTKIN se-Indonesia ke-IX Tahun 2022 bertempat di Hotel Swiss-BeLinn Surabaya.

Pelaksanaan Munas tahun 2022 ini diinisiasi oleh UIN Sunan Ampel Surabaya selaku Tuan Rumah dengan tajuk “Posisi dan Peran Ma’had al Jamiah dalam Pengarusutamaan Moderasi Islam di Indonesia”yang dihadiri oleh  39 Mudir dan pengelola ma’had al-Jamiah STAIN/IAIN/UIN se-Indonesia. 

Kegiatan tahunan selain bertujuan untuk ajang silaturrahmi antara mudir ma’had al-Jamiah PTKIN se-Indonesia juga untuk kembali merumuskan kembali rencana, langkah dan pergerakan ma’had al-Jamiah yang ada di Indonesia untuk masa mendatang. 

Kegiatan Munas berlangsung dari tanggal 21 November 2022- 23 November 2022. “Kami sangat senang dengan kehadiran para kyai, nyai, masyayikh dan asatidz ma’had al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia. Tiada hal yang kami harapkan semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita, kampus PTKIN se-Indonesia, agama dan bangsa kita”. Demikian sambutan yang dituturkan oleh Kepala Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag.

Tak kalah pentingnya, kegiatan Munas dibuka oleh Rektor UIN Sunan Ampel, yang dalam hal ini diwakili oleh Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan di antara sebab pemilihan tema Munas kali ini “Posisi dan Peran Ma’had al Jamiah dalam Pengarusutamaan Moderasi Islam di Indonesia” adalah beranjak dari kekhawatiran pada generasi muda dalam menyikapi pemahaman dan gerakan radikalisme, intoleransi dan terorisme. 

Ini diperkuat dengan informasi yang didapatkan dari hasil riset dan penelitian beberapa lembaga, misal BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) bahwa ada 8 perguruan tinggi top yang terjaring pemahaman dan gerakan radikalisme, intoleransi dan terorisme. 

Oleh sebab itu, imbuhnya lagi, peran dan posisi ma’had dalam pergerakan dan pertumbuhannya bukan hanya sekadar bahasan jempol ataupun pelengkap saja, melainkan berperan untuk memberikan kesadaran kepada generasi muda (dalam hal ini mahasiswa/mahasantri) tentang konsep moderasi Islam.

Dalam Seminar dan Sarasehan pada Munas kali ini, Tuan Rumah menghadirkan narasumber yang membahas tema “Posisi dan Peran Ma’had al Jamiah dalam Pengarusutamaan Moderasi Islam di Indonesia” yaitu Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag. 

Beliau memberikan usulan, arahan, langkah ke depan untuk masa depan Ma’had al-Jami’ah dalam hal menanggulangi dan mencegah pemahaman dan gerakan radikalisme, intoleransi dan terorisme dari sisi kurikulum, kerjasama pengelola mahad dengan pimpinan kampus, upaya-upaya lain yang dapat mencegah pemahaman dan gerakan tersebut. Seperti 1) Penerbitan / publikasi buku-buku, karya penelitian, artikel jurnal yang bernuansa deradikalisasi; 2) Tugas-tugas perkuliahan yang diminta dosen/pengajar  mengarah pada misi deradikalisasi (kepala ma’had berkoordinasi dengan para bapak/ibu dosen); 3) Maksimalisasi misi dan kegiatan ma’had al-jami’ah yang mengarah kepada pembahasan deradikalisasi; 4) Kurikulum ma’had yang memperkuat paham Islam rahmatan lil alamin, moderat, anti kekerasan/radikalisme misalnya: Uji penguatan kapasitas pengelola mahad (Pimpinan, pengelola, pengasuh, pengajar harus dikuatkan pemahaman keagamaan); 5) Kerjasama ma’had dan para pemimpin fakultas untuk monitoring gerakan mahasiswa dan ormawa (intra-ekstrakampus) oleh para pemimpin fakultas/prodi dan sterilisasi dari paham radikalisme; 6) Penciptaan kondisi/lingkungan kampus/ma’had yang mendukung pemahaman islam moderat; 7) Memperkuat budaya adabul munadhoroh dalam pembelajaran di Ma’had seperti pembelajaran dengan pola saresahan, bincang-bincang ringan, kop-dar).

Selain seminar dan sarasehan, kegiatan Munas dilengkapi dengan pembahasan sidang Komisi Ma’had. Dalam pembahasan ini, Mudir Ma’had al-Jamiah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung , H. Winarno, M.H.I., C. Med. terpilih menjadi Bendahara Umum Forum Komunikasi Mudir Ma’had al-Jamiah PTKIN se-Indonesia dalam masa bakti kepengurusan 2022-2024. 

Semoga dengan terpilihnya menjadi Bendahara Umum Forum Komunikasi Mudir Ma’had al-Jamiah PTKIN se-Indonesia untuk masa 2 tahun ke depan, kami berharap bisa bekerja maksimal dan saling membantu dengan gebrakan baru dalam mengoptimalkan perkembangan Ma’had al-Jamiah dan semoga saja Ma’had tidak lagi dipandang sebelah mata, sebagai tempat penampungan mahasiswa oleh Pemerintah bahkan oleh pihak pimpinan di masing-masing STAIN/IAIN/UIN. 

Penulis : Thaib Rizki

Editor   : Ika Robiantari