Mahasiswa PPL FDKI IAIN SAS Babel Sosialisasi Pentingnya Batasi Penggunaan Gadget pada Anak SD Negeri 13 Kota Pangkalpinang

avatar Tong Hari
Tong Hari

196 x dilihat
Mahasiswa PPL FDKI IAIN SAS Babel Sosialisasi Pentingnya Batasi Penggunaan Gadget pada Anak SD Negeri 13 Kota Pangkalpinang
Mahasiswa PPL FDKI IAIN SAS Babel Sosialisasi Pentingnya Batasi Penggunaan Gadget pada Anak SD Negeri 13 Kota Pangkalpinang


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Mahasiswa Praktik Profesi Lapangan (PPL), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung ( IAIN SAS Babel ) melaksanakan kegiatan sosialisasi di SD Negeri 13 Kota Pangkalpinang. Rabu (11/9/2024).

Sosialisasi yang dilakukan ini bertema "Penggunaan Gadget secara Cerdas". Acara dibuka oleh perwakilan Kepala Sekolah Daryani dan dihadiri oleh seluruh siswa/siswi kelas 3, 4, dan 5.

Dalam sosialisasi tersebut Perdi dan Arbi yang menjadi narasumber. Sedangkan Arofah selaku koordinator lapangan menambahkan materi.

"Di zaman sekarang gadget bukan hanya digunakan oleh orang-orang dewasa melainkan sudah digunakan oleh anak-anak kecil, seperti yang kita ketahui anak-anak kecil itu belum patut diberikan gadget dalam kehidupan sehari-harinya. Akan tetapi karena waktu terus berlalu dan juga perkembangan zaman mereka pun telah menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari," ujar Perdi.

Arbi mengatakan sosialisasi mengenai pembatasan penggunaan HP pada anak akan membantu orang tua dalam memberikan cara untuk membatasi penggunaan HP pada anaknya.

"Masalah penglihatan, penggunaan gadget berlebihan dapat menyebabkan mata lelah, kemerahan dan pandangan kabur. Gangguan pola tidur, penggunaan gadget sebelum tidur mengganggu pola tidur, membuat tubuh lemas dan mengantuk karena kurang tidur," jelas Arbi.

Selain itu, dampak sosial anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget bisa lupa makan, sholat dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Ketergantungan gadget, kebiasaan bermain gadget membuat anak sulit berinteraksi langsung, mengabaikan orang lain, dan dapat menurunkan daya ingat otak.

Sedangkan Arofah menjelaskan terkait data kasus kekerasan terkasus kekerasan yang terjadi di sekolah maupun di rumah.

"Jikalau seandainya kalian mengalami atau melihat terjadi kekerasan di lingkungan sosial segera lapor atau beritahu guru ataupun pergi ke pusat pengaduan terdekat biar bisa dibantu atau ditindak lanjuti," kata Arofah.

Sherlly Okvitaria, Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan Anak (PPA) mengucapkan terimakasih karena pihak sekolah sudah menerima dengan baik kegiatan sosialisasi tersebut dan juga sedikit menjelaskan penggunaan gadget sacera cerdas.

Sosialisasi tampak diikuti antusias, semua siswa bisa mendengarkan materi yang akan disampaikan mahasiswa/mahasiswi FDKI IAIN SAS Babel. (*)