IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Sebanyak 26 mahasiswa dari Program Studi Psikologi Islam (PI) kelas 6B, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FSEI), Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel), melakukan kunjungan ke Kampung Reklamasi Air Jangkang, Desa Riding Panjang, Kabupaten Bangka, Selasa, 11/6/2024.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kuliah lapangan yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai pengembangan masyarakat melalui contoh pemberdayaan sumber daya alam (SDA) secara langsung.
Kunjungan ini dinaungi oleh Pebri Yanasari, M.A., selaku dosen yang mengampu mata kuliah Pengembangan Masyarakat Islam. Pebri mengatakan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai bagaimana teori-teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam kehidupan nyata, dengan menganalisis model pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal yang ada.
Selama kunjungan, mahasiswa menelusuri pesona kawasan reklamasi mulai dari pertanian, perternakan, perkebunan, wahana, hingga Pusat Penyelamatan Satwa. Adapun Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) merupakan kawasan satwa yang dilindungi seperti berbagai jenis ular, kera, burung, buaya serta hewan lainnya yang berasal dari hasil perdagangan ilegal untuk kemudian direhabilitas sebelum akhirnya dilepaskan ke tempat habitat asalnya.
Konservasi ini terbilang berbeda dengan kebun binatang atau taman satwa yang dimana dapat dikunjungi untuk kunjungan terbatas dalam rangka sosialisasi dan edukasi. Namun, pengunjung masih bisa melihatnya di luar pagar penangkaran.
Mahasiswa juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan salah satu pihak pengelola untuk mengajukan pertanyaan dan bertukar pandangan mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program pengembangan masyarakat di masa mendatang.
Tarif Rp.10.000/orang dikenakan untuk pengunjung yang dapat menikmati segala wisata dan fasilitas yang tersedia. Tarif ini digunakan untuk mengembangkan kawasan wisata Kampung Reklamasi Air Jangkang, sehingga dapat memperbaharui sarana prasarana dan melakukan pemeliharan.
Din Pratomo menyebutkan, wisata Kampung Reklamasi Air Jangkang telah diresmikan pada tahun 2016 lalu. Sejak saat itu telah menjadi salah satu destinasi wisata edukasi karena kerap kali dikunjungi dari kalangan pelajar. Kampung Reklamasi Air Jangkang dibuka setiap hari dengan jam operasional dari pukul 07.30-16.30. Ujar Din
Serta disediakan juga pemandu wisata bagi para pengunjung yang ingin ditemani berkeliling kawasan ini. Kampung Reklamasi Air Jangkang juga kerap mengadakan lomba-lomba yang disebarluaskan melalui pamflet dan sosial media Instagram @kampoengreklamasi.
“Kalau bicara soal sejarahnya ya dulunya air disini memiliki ph yang sangat rendah sehingga tidak ada ikan yang bisa hidup dan tanah kaolin yang sangat minim unsur hara. Setelah itu dilakukan lah pemupukan diberi kompos dan lain-lain yang akhirnya bisa dipulihkan dan menjadi tempat budidaya ikan dan tumbuhan-tumbuhan” ujar Din.
Din juga menambahkan bahwasannya ini merupakan langkah PT. Timah Tbk mengenalkan masyarakat bahwa pengelolaan lahan bekas tambang yang baik bisa memberikan dampak bagi ekosistem dan masyarakat yang tidak hanya mengembalikan alam namun juga bisa dijadikan sebagai agrowisata.(*)
Penulis : Ayaknan