IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Rangkaian acara Sedulang International Festival (SeiFa) Dies Natalis IAIN SAS Babel Ke-21 menggelar Dialog Budaya Melayu Bangka. Giat ini tampak sangat meriah dihadiri mahasiswa IAIN SAS Babel yang dilaksanakan di Ruang rapat Terpadu Lantai II, Kamis, 30/10/2025.
Dalam dialog budaya melayu Bangka tersebut menghadirkan 2 (dua) orang narasumber, yaitu Ahmadi Sofian (Penulis dan Budayawan),dan Ichsan Mokoginta Dasin (Pemerhati Budaya).
Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I saat membuka dialog Budaya Melayu Bangka ini mengatakan, kegiatan ini bagian dari Rangkaian Dies Natalis Ke-21 IAIN SAS Bangka Belitung. Pentingnya dialog budaya seperti ini agar para mahasiswa saat ini dapat meneruskan dan mencintai budaya-budaya melayu di Bangka Belitung," harap Rektor.
.jpeg)
Ketika berdiskusi, Ichsan Mokoginta Dasin menyampaikan tentang budaya di Bangka Belitung Salah satu semangat didirikannya IAIN SAS di Mendo Barat tak saja sekadar kepentingan pendidikan, akan tetapi juga dalam rangka menjaga, merawat dan melestarikan khazanah Melayu di Bangka Belitung. Lebih dari itu IAIN SAS diharapkan menjadi pusat kajian Melayu Bangka Belitung.Ujar Ichsan
Ia mengatakan dengan tag line UNGGUL, RELIGIUS dan PROFESIONAL paling tidak IAIN SAS sudah mencerminkan sebagai lembaga yang 'berperangai' dan berkarekteristik Melayu. Oleh sebab itu diharapkan IAIN SAS patut menjadi:
1. Kampus 'Hijau' sekaligus pusat kajian akademis budaya dan revitalisasi terhadap tradisi/adat istiadat (ngangung)/kesenian Melayu Bangka Belitung
2. Pusat konservasi naskah Melayu kuno di Babel.
3. Pusat penelitian dan kajian mendalam mengenai berbagai aspek budaya Melayu, termasuk tradisi, kearifan lokal, hukum adat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional dan OPK lainnya.
4. Melakukan Kerja sama dengan Lembaga Adat Melayu Provinsi Babel (LAM NSS) terkait pengembangan Melayu.
