IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, Prof. Dr. Irawan, M.S.I turut menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan dipercaya menjadi tuan rumah yang akan berlangsung hingga 31 Januari 2026 di Hotel Grand City Hall Medan.
Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam. Kamis - Sabtu, 29 - 31 / 01 - 2026.

Forum Rektor PTKIN menjadi ajang diskusi penting dalam merespon berbagai tantangan pendidikan tinggi, khususnya terkait penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu akademik, transformasi digital, serta pengembangan riset dan inovasi. Selain itu, forum ini juga membahas peran PTKIN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Hal yang tak kalah penting didiskusikan pada kegiatan forum ini adalah Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN, terkait peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan, M.S.I menegaskan komitmen institusinya untuk terus berkontribusi aktif dalam pengembangan PTKIN yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, kolaborasi antar perguruan tinggi keagamaan Islam menjadi kunci dalam memperkuat posisi PTKIN di tingkat nasional maupun internasional. Peningkatan jumlah mahasiswa baru juga dilakukan berbagai strategi, ujar Rektor.
Forum yang berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam ke depan, sekaligus mempererat silaturahmi dan kerja sama antar pimpinan PTKIN se-Indonesia.

Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan karena UINSU menjadi tuan rumah forum nasional yang menghadirkan seluruh pimpinan dari 58 PTKIN dari berbagai daerah, dari Aceh hingga Indonesia Timur.
Ia menegaskan bahwa forum ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam, termasuk pembahasan program penerimaan mahasiswa baru PTKIN tahun 2026 dan 11 agenda strategis lainnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dalam sambutannya menyoroti pentingnya transformasi PTKIN yang berbasis pada mutu dan relevansi. Ia menekankan bahwa PTKIN harus mampu mengembangkan keilmuan Islam yang integratif, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.(*)