Bangka,7/12/2021. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Dr. Janawi, M.Ag dan jajarannya bersama para ormawa melaksanakan benchmarking ke UIN Raden Fatah Palembang tentang tata kelola ORMAWA. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum'at, 3 Desember 2021 jam 09.00 – 11.00 di Gedung Rektorat UIN Raden Fatah Palembang. Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang Dr. Hamidah. M.Ag. menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan. Beliau juga memeperkenalkan para pengurus Ormawa UIN Palembang yang ikut menyambut kedatangan IAIN SAS Bangka Belitung dalam kegiatan benchmarking kali ini. Wakil Rektor III UIN Raden Fatah mengucapkan selamat datang dan penghargaan setinggi-tinginya atas kunjungan dari IAIN SAS Babel ke UIN Palembang.
“Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi UIN Palembang atas kunjungan dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Perjalanan yang cukup panjang menuju UIN Palembang untuk menjalin silaturahmi dan melakukan peningkatan kinerja Ormawa. Beliau menyampaikan bahwa sekarang ini, hal yang perlu dilakukan oleh mahasiswa adalah memberikan konstribusi pada lembaganya masing-masing. Bahkan dalam skala makro, mahasiswa harus mampu memberikan peran perubahan bagi masyarakat dan bangsa. mahasiswapun perlu mencari pola yang terbaik dalam menyampaikan pokok-pokok pikirannya kepada lembaga dan masyarakat luas. Kita persilahkan kepada pengurus ormawa IAIN SAS Bangka Belitung dan UIN Raden Fatah untuk “urung rembuk” dalam menata organisasi mahasiswa yang baik sesuai dengan karakter masing-masing lembaganya, ujar Hamidah.
Sementara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan, Kerja sama IAN SAS Bangka Belitung Dr. H. Janawi, M.Ag menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan UIN Raden Fatah Palembang melalui Wakil Rektor III menyambut kedatangan rombongan IAIN SAS Bangka Belitung. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 1 – 4 Desember 2021 dengan tujuan UIN RIL, IAIN Metro, dan UIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang peserta, yaitu SEMA, DEMA, DEMA Fakultas, dan pendamping rombongan.
Menurut Janawi, ada studi komparasi antar PTKIN menjadi penting. Terkait dengan benchmarking ini, kita perlu melakukan standarisasi pengelolaan ormawa dan sekaligus memberikan pembelajaran budaya secara langsung. Perubahan tidak mesti pada perubahan naratif, tetapi pengenalan budaya akan memberikan nilai baru. Nilai-nilai konstruktif pada suatu PTKIN patut dijadikan sebagai “model pembelajaran” PTKIN lainnya. Dalam konteks ini, mahasiswa merupakan elemen penting sebuah PTKIN. Oleh karena itu mahasiswa juga merupakan komponen yang tak terpisahkan dalam memajukan lembaganya. Mahasiswa tetap perlu menjadi elemen yang memberikan masukan pada pimpinan Lembaga dengan jalan yang baik.
Inilah yang menjadi tujuan penting dilakukannya benchmarking kali ini. Ke depan, majunya sebuah lembaga, apabila semua komponen berkolaborasi dan bersinergi. Bila kita terlalu menonjolkan kompetisi antar kita, maka persaingan personal akan selalu menghiasi penampilan kita. Kita harus menyadari bahwa, kita semua memiliki kelebihan dan kelemahan. Inilah yang harus dikelola. Kita tidak boleh “menyerang” kelemahan orang lain atau lembaga lain. Intinya solidaritas kerja penting bagi kita semuanya, termasuk para ormawa di PTKIN.
Dengan mengunjungi UIN Palembang ini diharapkan mahasiswa bisa belajar banyak hal seperti tradisi pengembangan intelektual PTKIN, budaya kerja, termasuk budaya menerima tamu. Komparasi penting tetapi komparasi tidak mengarah pada justifikasi negative pada diri orang lain, ormawa lain, dan bahkan PTKIN lainnya. Sinergi ormawa IAIN SAS Bangka Belitung perlu dilakukan dengan ormawa PTKIN lainnya. Silahkan berdiskusi kedua ormawa. Kita dudukkan ormawa pada posisi yang seimbang. Silahkan diskusikan tentang kegiatan-kegiatan yang berbasis pada pengembangan bakat minat, akademik atau keprodian dan sisi leadership atau kepemimpinan.
Di akhir acara silaturrahmi, Wakil Rektor III saling menyerahkan cinderamata dari IAIN SAS Babel dan UIN Raden Fatah Palembang, termasuk UIN RIL dan IAIN Metro. Jadikan Cindera mata sebagai simbol tukar menukar budaya dan wujud keseriusan dalam membangun kolaborasi dan sinergi antar PTKIN.
Penulis : Ayaknan