Oleh Subri Hasan
IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram menyelenggarakan kegiatan Guest Lecturer dengan menghadirkan tiga dosen dari Fakultas Tarbiyah (FTAR) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sebagai pemateri. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik antara kedua fakultas, yang berlangsung pada Jumat, 21 November 2025, di lingkungan FTK UIN Mataram.
Dosen pertama yang mengisi perkuliahan adalah Dr. Subri Hasan, M.S.I, yang menjadi pemateri di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Beliau membawakan materi pada mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam dengan fokus kajian “Akulturasi Budaya dan Pendidikan Islam di Bangka dan Lombok.”

Dalam pemaparannya, Dr. Subri menjelaskan bahwa kedua wilayah ini memiliki karakter budaya yang berbeda namun menunjukkan pola harmonisasi yang kuat antara tradisi lokal dan nilai-nilai Islam. Ia menekankan pentingnya memahami sejarah akulturasi tersebut sebagai dasar dalam membangun pendidikan Islam yang adaptif, moderat, dan berakar pada kearifan lokal.
Pemateri kedua adalah Dr. Wahyudin Noor, M.S.I, yang memberikan kuliah di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Beliau mengangkat tema “Pendidikan Islam di Era Digital” dengan menyoroti tantangan dan peluang transformasi teknologi dalam pembelajaran. Dr. Wahyudin menjelaskan bagaimana guru dan lembaga pendidikan perlu mengembangkan literasi digital, pemanfaatan platform pembelajaran, serta penguatan etika digital bagi peserta didik. Ia juga menekankan bahwa era digital menuntut inovasi pedagogik agar pendidikan Islam tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.
Sebagai pemateri ketiga, Dekan FTAR IAIN SAS Babel, Dr. H. Soleha, MA, juga mengisi kuliah di Program Studi PAI dengan mengangkat tema “Penguatan Pendidikan Melayu Islam di Era Modern.” Dalam kuliahnya, Dr. Soleha menjelaskan karakter utama pendidikan Melayu Islam yang menekankan kesantunan, harmoni, spiritualitas, dan nilai-nilai moderasi.

Ia menyoroti bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diadaptasi dalam konteks modern melalui integrasi teknologi, penguatan budaya literasi, serta pembentukan karakter peserta didik yang berakar pada identitas Melayu namun tetap terbuka terhadap globalisasi. Dr. Soleha menegaskan bahwa pendidikan Melayu Islam memiliki kontribusi penting dalam membangun masyarakat yang beradab, adaptif, dan berkepribadian luhur.
Kegiatan Guest Lecturer ini mendapat apresiasi positif dari mahasiswa maupun civitas akademika FTK UIN Mataram. Kehadiran dosen-tamu dari FTAR IAIN SAS Babel dinilai memperkaya wawasan mahasiswa melalui perspektif lintas wilayah dan memberikan pengalaman akademik yang lebih luas. Koordinator program studi dan pimpinan fakultas menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk sinergi akademik, pertukaran keilmuan, dan penguatan mutu pendidikan antara kedua fakultas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Perjanjian Kerjasama antara FTAR IAIN SAS Bangka Belitung dan FTK UIN Mataram, yang tidak hanya bersifat administratif tetapi langsung hadir dalam pengayaan pembelajaran dan pengembangan akademik kedua belah pihak.(*)