IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Tim Futsal Dosen Institut Agama Islam Negeri Syaikh (IAIN) Abdurrahman Siddik Bangka Beltung mendapat ajakan laga persahabatan (Friendly Match) dari DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa).Fc Bertempat di lapangan sepakbola mini (Mini Soccer)Bhaypark Polda Bangka Belitung yang berlangsung selama 1.5 Jam mulai pukul 16.30 sampai 18.00, Rabu ,29/4/2026.
Dalam laga persahabatan kali ini, 15 gol tercipta selama satu setengah jam pertandingan, laga kali ini digelar untuk menjalin silaturahmi dan sinergitas antara Dosen IAIN SAS Babel dengan Dema.Fc yang di arsitek oleh ketua DEMA Sanjai Saputra.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan yang atraktif. Tim futsal dosen mengandalkan pengalaman dan koordinasi permainan yang solid, sementara Dema.Fc tampil energik dengan kecepatan dan semangat juang tinggi. Jual beli serangan pun tak terhindarkan, membuat jalannya pertandingan semakin menarik untuk disaksikan.
Beberapa peluang emas berhasil tercipta dari kedua kubu, namun penampilan gemilang para penjaga gawang mampu menggagalkan upaya tersebut. Meski bersifat persahabatan, kedua tim tetap menunjukkan keseriusan dalam bermain, namun tetap menjunjung tinggi nilai fair play.
Musa, M.Kom.I selaku Pembina sekaligus Dosen di IAIN SAS Babel mengatakan “Kegiatan futsal bersama ini sebagai sarana olah raga untuk menyehatkan tubuh ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya mempererat hubungan antara civitas akademika dan mahasiswa.
“Olahraga merupakan sarana untuk membuat jiwa dan raga menjadi sehat, salah satunya bermain futsal, dengan permainan futsal kali ini kami tidak memikirkan kalah ataupun menang, akan tetapi kami memiliki jalinan silaturahmi serta mereka punya pengalaman dalam bermain,” Tutur dosen Prodi KPI.
Ia mengatakan sekaligus latih tanding karena sama-sama memiliki tim futsal” bukan cuman itu, laga ini membuat Dosen akan lebih banyak mendapatkan pengalaman serta mengembangkan cara bermain ujarnya saat selesai pertandingan.
Di sela pertandingan, suasana keakraban begitu terasa. Tawa dan canda menghiasi momen-momen tertentu, mencerminkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana membangun kebersamaan dan diakhiri dengan sesi foto bersama.(*)