Upacara Harkitnas Ke-117, Rektor IAIN SAS Babel: Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat

avatar Tong Hari
Tong Hari

51 x dilihat
Upacara Harkitnas Ke-117, Rektor IAIN SAS Babel: Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat
Upacara Harkitnas Ke-117, Rektor IAIN SAS Babel: Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat



IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-117 di halaman Gedung Pascasarjana, Selasa (20/5/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat Wakil Rektor, Dekan, Kabag, Dosen,  Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa.

Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I selaku pembina upacara membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan bahwa Harkitnas merupakan momen penting untuk mengenang semangat kebangkitan yang telah menggerakkan perjuangan bangsa sejak berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908.

“117 tahun lalu, bangsa ini bangkit menolak ketergantungan pada kekuatan asing. Hari ini, semangat itu harus terus kita hidupkan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, seperti disrupsi teknologi dan krisis global,” ujar Irawan.

"Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa. Dan dalam semangat itu, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai kompas utama Kebangkitan Nasional. Delapan misi besar, untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah kehidupan rakyat."

Di balik setiap kebijakan fiskal, setiap program sosial, dan setiap langkah strategis, selalu ada satu tujuan yang diingat oleh Pemerintah Indonesia. Agar setiap rakyat Indonesia, di kota besar maupun di pelosok desa, merasa dilibatkan dan diberdayakan dalam kemajuan bangsanya sendiri.

Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama.

Di akhir teks pidatonya, Menkomdigi berharap rakyat Indonesia dapat menjaga Kebangkitan dengan semangat seperti akar pohon yang menembus tanah.

Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama.

Tema peringatan tahun ini mengusung semangat untuk terus membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat di tengah tantangan global.

Upacara ditutup dengan doa dan harapan agar semangat Hari Kebangkitan Nasional terus tumbuh di hati setiap anak bangsa.(*)