IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Mahasiswa Praktik Profesi Lapangan (PPL), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel), menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Pangkalpinang, Rabu (4/9/2024).
Kegiatan ini juga merupakan program kerja dari mahasiswa yang sedang magang di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang.
Kegiatan ini dihadiri siswa/siswi di lapangan sekolah sembari ditemani matahari pagi.
"Hari ini anak-anak tidak ada aktivitas di kelas karena persiapan HUT Sekolah, jadi anak-anak akan dipulangkan jam 10 pagi. Untuk mengisi waktu yang kosong jadi semua anak dikerahkan lapangan mendengarkan materi dan sangat berterimakasih kepada mahasiswa PPL yang telah menyelenggarakan kegiatan positif," ujar Sri Sundari, Wakil kesiswaan memberi sambutan ucapan selamat datang kepada mahasiswa IAIN SAS Babel.
Materi pertama disampaikan oleh Lena selaku mahasiswi Prodi BKI tentang "kekerasan" yakni meliputi kekerasan fisik (Tawuran), kekerasan psikis (Bullying) dan kekerasan seksual (Pelecehan Seksual).
Tujuan dari kegiatan ini adalah mengedukasi anak-anak mengenai kekerasan juga berupaya untuk menghindari mereka menjadi pelaku maupun korban kekerasan.Imbuhnya
Sherlly Okvitaria, Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan Anak mengucapkan terimakasih karena sekolah menerima dengan baik meskipun sedang sibuk mempersiapkan HUT Sekolah sebentar lagi.
"Harapannya agar adik-adik mendengarkan dengan seksama agar ilmu yang disampaikan kakak-kakak bermanfaat," ujarnya.
Selanjutnya pemateri Nadia mengatakan diperlukan pemilihan lingkungan sosial seperti, membatasi pergaulan jangan sampe terjerumus ke hal-hal negatif dan juga lebih memilih menghabiskan waktu ke kegiatan yang lebih positif seperti ikut serta dalam ekstrakurikuler dan kegiatan bermanfaat lainnya.
Koordinator Lapangan Arofah mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan menambah pemahaman dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. (*)