Direktur Pascasarjana Ikut Ambil Peran dalam AICIS 2024

avatar Mega Paraiyannie
Mega Paraiyannie

237 x dilihat
Direktur Pascasarjana Ikut Ambil Peran dalam AICIS 2024


IANSASBABEL.AC.ID. Semarang. Prof. Dr. Hadarah, M.Ag. Profesor perempuan satu-satunya IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung ikut ambil peran dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024 sebagai Discussant (Pembahas) pada Parallel Discussion sesi terakhir pada Sabtu, 3 Februari 2024 di Kampus III UIN Walisongo Semarang.

 

Membahas tentang isu gender dengan tema "empowering voices: navigating gender issues in religious and media literacy", Prof. Hadarah memandang perempuan harus cerdas dan berpengetahuan luas agar tidak merasa lebih rendah dibandingkan laki-laki.

 

"Wanita memang harus cerdas, berpengetahuan luas. Tidak boleh ada lagi perasaan bahwa perempuan tidak berdaya. Tetapi tidak boleh merasa lebih berdaya dan lebih berkuasa dari laki-laki. Perasaan seperti inilah yang harus kita edukasi agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari," jelas Hadarah.

 

Direktur Pascasarjana IAIN SAS Babel bersama H. Sukendar, M.A.,Ph.D. (UIN Walisongo Semarang) membahas empat artikel yang berjudul; 1. Women's self-representation, silencing of woman's self-capacity and media literacy as some of the phenomena of gender issues and their solutins (Ino Sulistiani, IAIN Palopo); 2. Hijab: An an analysis of Qasim Amin's Perspective and its relevance with Qur'an evidence (Ianatut Tazkiyah, UIN Malang); 3. Kehamilan pranikah remaja dan pengasuhan keluarga di Indonesia: studi fenomenologis terhadap pengajuan dispensasi kawin di Kota Semarang (Nikmah Rochmawati, UIN Walisongo Semarang); dan 4. Ruh dalam pendangan tasawuf K.H. Achmad Asrori Al-Ishaqi dalam Kitab Al-Muntaqobat (Suroso, UIN Walisongo Semarang).

 

Mengomentari pemaknaan Hijab menurut Qasim Amin yang dibahas oleh pemateri kedua, Prof. Hadarah menekankan untuk tetap menghormati. "Diskusi mengenai hijab harus menghormati semua perspektif dan mengedepankan pendekatan yang komprehensif," ungkap Hadarah.

 

Mengenai parenting dan pola asuh orang tua, Direktur Pascasarjana IAIN SAS Babel itu menyarankan untuk menambah program studi parenting dalam pendidikan, agar dapat mengurangi kekeliruan dalam pola asuh anak kedepannya.