IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Forum Mahasiswa Bidikmisi KIP-Kuliah, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (Formasi KIP – K IAIN SAS Babel) telah sukses menggelar kegiatan Workshop Pengembangan Diri di Aula Gedung Terpadu, Sabtu, 19 April 2025 lalu.
Workshop Pengembangan Diri yang bertemakan "Menguatkan Self Awareness dengan Strategi Pengenalan Potensi dan Karakter Diri Sebagai Pondasi Utama untuk Menuju Masa Depan yang Gemilang.
" Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang dilaksanakan oleh Departemen PSDMO (Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Organisasi) selama kepengurusan FORMASI KIP K tahun 2025.
Ketua Pelaksana kegiatan, M. Ariz Rizqullah, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi terhadap antusiasme peserta serta kerjasama panitia dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap workshop ini dapat menjadi titik awal untuk perubahan positif dalam kehidupan peserta.
Menggelar Workshop Pengembangan Diri menghadirkan Narasumber Adi Sugani,S.Sos yang juga alumni IAIN SAS Bangka Belitung di hadiri 40 Peserta.
“Kegiatan ini dirancang untuk mendorong peserta agar lebih mengenal diri mereka, menggali potensi yang ada, dan merancang langkah ke depan yang lebih terarah,” ujar Ariz.
Selanjutnya, Pembukaan Ketua Umum FORMASI KIP K IAIN SAS Babel, Fathan Azizi, yang secara resmi membuka acara tersebut menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi masa depan.
“Workshop ini lebih dari sekadar program kerja, ini adalah investasi dalam diri kita untuk masa depan yang lebih baik. Ketika kita mengenali potensi diri, kita dapat mengarahkan energi kita untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Fathan.
Narasumber Adi Sugani, S.Sos materi di sampaikan tentang wawasan mengenai pentingnya mengenali potensi dan karakter diri sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. "Selain materi utama, peserta juga terlibat dalam diskusi interaktif, refleksi pribadi, serta berbagai kegiatan yang mendorong mereka untuk menggali lebih dalam tentang diri mereka sendiri." Ujar Adi.
Ia juga memberikan pengetahuan teori, tetapi juga menawarkan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi, bertanya, serta mendapatkan perspektif baru mengenai cara-cara untuk mencapai tujuan hidup yang lebih jelas dan terstruktur.
Antusiasme peserta sangat terlihat melalui keaktifan mereka selama sesi berlangsung. Banyak peserta yang menyampaikan bahwa workshop ini memberikan mereka pemahaman baru tentang pentingnya self-awareness dan bagaimana mengembangkan potensi pribadi mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya Adi juga diajak untuk menuliskan komitmen pribadi dalam surat untuk diri mereka sendiri yang akan dibuka di masa depan sebagai pengingat akan tujuan dan langkah-langkah yang telah mereka tetapkan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap peserta dapat merancang hidup yang lebih bermakna dan terarah." Diharapkan, peserta dapat membawa pulang pelajaran berharga dan menerapkannya dalam kehidupan akademik maupun personal mereka," tutup Adi.
Dengan berakhirnya workshop ini optimis bahwa kegiatan pengembangan diri akan terus menjadi bagian integral dari upaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Workshop ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan pemateri, serta refleksi akhir mengenai pencapaian yang telah didapat selama kegiatan berlangsung.(*)