Guru Besar IAIN SAS Babel Isi Ceramah di Rumah Dinas Bupati Bangka

avatar Mega Paraiyannie
Mega Paraiyannie
Guru Besar IAIN SAS Babel Isi Ceramah di Rumah Dinas Bupati Bangka
Guru Besar IAIN SAS Babel ketika Ceramah

Persiapan Shalat Maghrib Berjamaah
Persiapan Shalat Maghrib Berjamaah

Buka Puasa Bersama
Buka Puasa Bersama

IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA. Peringatan Nuzulul Quran dengan menghadirkan perceramah, cendekiawan dan Guru Besar Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, M.A., dihadiri oleh Bupati Kepulauan Bangka Mulkan, S.H., M.H. dalam acara Buka Puasa Bersama Kepala OPD, Forkopinda Bangka dan tokoh masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya pada Kamis, 29 April 2021 di Rumah Dinas Bupati Bangka.

Mulkan dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara Buka Bersama dan Ceramah Agama penting dilaksanakan tidak hanya sebagai seremonial keagamaan Islam berupa memperingati hikmah Nuzul Quran, tetapi juga untuk memperkokoh dan mempererat tali persaudaraan khususnya dalam masa Pandemi COVID-19 yang masih melanda dunia khususnya Kabupaten Bangka.

Dalam uraiannya, beliau menyampaikan bahwa Al Quran yang diturunkan pada 17 Ramadan lebih dari 15 abad silam memberikan kontribusi yang luar biasa bagi umat manusia dalam mengembangkan peradaban di muka bumi. Salah satu hikmah yang dahsyat dari Nuzul Quran adalah adanya perintah "membaca" dalam konteks ruang dan waktu saat ini. Surat Al Alaq sebagai awal perintah membaca merupakan tonggak penting adanya budaya literasi yang kuat dalam Islam yang didapati ajarannya dalam Al Quran. Jika dunia saat ini baru menyadari pentingnya literasi itu, maka Al Quran telah mengajarkannya sejak 15 abad yang silam. Perintah membaca Iqro' yang pertama dalam surat Al 'Alaq dimaksudkan bahwa siapa saja yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi lalu selanjutnya membangun peradaban, dimulai dengan membaca. Perintah membaca, Iqro' yang kedua dimaksudkan bahwa hasil bacaan berupa ilmu pengetahuan itu wajib diajarkan kepada orang lain supaya ada alih generasi.

Hampir semua peradaban besar di dunia dimulai dari bacaan; Illiad karya Homer menjadi tonggak awal lahirnya peradaban Yunani,  kitab Perjanjian Baru tonggak tumbuhnya kemajuan dunia Eropa dan Al Quran adalah tonggak awal peradaban Islam.

Sebagai penutup ceramahnya, Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, M.A. menyimpulkan bahwa Al Quran sebagai  kitab Suci, bacaan ummat Islam, diturunkan di bulan Ramadan sebagai Way of Life;  Hudan dan pembeda antara yang haq dan bathil dan dia disiapkan bagi muslim yang muttaqin (bertaqwa). Seraya mengutip Al Baqarah ayat kedua, dimana Al Quran sebuah kitab yang tiada keraguan didalamnya dan menjadi Hudan  bagi orang orang yang bertaqwa.

Mulkan secara khusus meminta pencerahan bagi hadirin yang hadir di Rumah Dinas Bupati Bangka dari Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, M.A., Guru Besar IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung agar mengupas secara akademik hikmah dari Nuzulul Quran bagi kehidupan Muslim saat ini.

Setelah Ceramah membahas hikmah Nuzulul Quran dari segi akademik, kegiatan dilanjutkan dengan salat maghrib berjamaah dan buka puasa bersama.

 

(Penulis: Mega Paraiyannie)