IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Workshop penyusunan borang untuk Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung memasuki hari ketiga dengan fokus utama pada pembahasan pengisian template borang yang akan digunakan sebagai acuan dalam proses akreditasi dan evaluasi program, bertempat di Hotel Soll Marina, Bangka Tengah. Rabu, 8 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara intensif ini dihadiri oleh tim penyusun borang, dosen, serta tenaga kependidikan yang terlibat langsung dalam pengembangan program doktor. Pada sesi hari ketiga, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai struktur, komponen, serta standar pengisian template borang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada sesi pagi, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari narasumber Kasubtim Pembina Pendis Kemenag Aris Irawan mengatakan dalam Borang Pembukaan Program Studi baru dan Pilihan template ada 23 item ke aplikasi Sistem Pengajuan Program Studi Baru (SIPPRO)Diktis Kemenag.
Ia juga menambahkan Dengan adanya template yang telah disesuaikan, proses penyusunan borang menjadi lebih terarah, sistematis, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. “Melalui SIPPRO ini memastikan proses pengajuan program studi baru menjadi lebih transparan, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.
Fitur pilihan template borang ini juga diharapkan dapat meminimalisir kesalahan administratif yang selama ini kerap terjadi dalam pengajuan. Perguruan tinggi kini dapat memilih template sesuai jenis program studi yang diajukan, sehingga substansi dokumen lebih fokus dan relevan.
Diskusi berjalan dinamis, dengan setiap tim mempresentasikan perkembangan dokumen masing-masing, kemudian memperoleh masukan konstruktif terkait kelengkapan data, konsistensi narasi, serta penguatan bukti dukung yang relevan.

Ketua tim pendirian prodi S3 Studi Islam program Pascasarjana Dr. Subri Hasan, M.S.I dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa hari ketiga ini menjadi momentum penting untuk melakukan finalisasi awal sebelum memasuki tahap submit. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan ketelitian dalam setiap penyusunan dokumen agar hasil yang dicapai benar-benar mencerminkan kualitas program doktor yang unggul.
Selain itu, pada hari ketiga juga dilakukan simulasi penilaian borang untuk memberikan gambaran nyata tentang proses asesmen. Melalui simulasi ini, peserta dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dokumen yang disusun, sehingga dapat segera melakukan perbaikan sebelum tahap finalisasi.

Diharapkan, melalui workshop ini, Program Doktor Studi Islam yang sedang dikembangkan dapat memenuhi standar mutu nasional maupun internasional, serta mampu melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan dan masyarakat.
Workshop ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 April 2026, dengan target tersusunnya dokumen borang secara komprehensif sebagai langkah strategis pembukaan Program Doktor (S3) Studi Islam di Pascasarjana IAIN SAS Babel.(*)