IAIN SAS Babel Gelar Diskusi dan Bedah Buku Karya Ahmad Gaus

avatar Tong Hari
Tong Hari

203 x dilihat
IAIN SAS Babel Gelar Diskusi dan Bedah Buku Karya Ahmad Gaus
IAIN SAS Babel Gelar Diskusi dan Bedah Buku Karya Ahmad Gaus


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Isu-isu keagamaan tidak harus selalu dibawa ke wilayah keimanan yang bersifat eksklusif dan antikritik. Namun perlu didialogkan secara terbuka dengan fakta-fakta dari temuan penelitian.

Dengan begitu apa yang kita namakan isu agama pada saat bersamaan juga menjadi isu keilmuan. Sehingga setiap orang dari berbagai disiplin ilmu dapat berpartisipasi memberi kontribusi secara positif bagi pengembangan peran agama yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa IAIN SAS Babel.

Buku yang dibedah merupakan karya Ahmad Gaus berjudul “Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA Soal Agama di Era Google.” Bertempat di Aula Gedung Serba Guna IAIN SAS Babel Rabu, 13/12/2023.

Tampak hadir dalam acara tersebut Dr. Zaprulkhan,M.S.I (Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung) sebagai Pembedah

Ia mengatakan Buku Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama merupakan sebuah karya yang sangat inspiratif. Dengan fasih, Ahmad Gaus AF mengelaborasi sembilan pemikiran Denny JA tentang Agama di era google. Puspa ragam gagasan² besar Denny dipaparkan Ahmad Gaus dengan menggarisbawahi poin² penting sekaligus relevansi dan aktualitasnya dalam ruang publik masyarakat global dewasa ini.

Dalam buku setebal 164 halaman itu, Gaus menguraikan pandangan Denny JA seputar pergeseran pemahaman agama di era Google. Ia merujuk data. Di negara yang indeks kebahagiaannya tinggi, umumnya level beragama masyarakatnya rendah.

Ada gagasan tentang iman berbasis riset, manusia dengan atau tanpa agama, kitab suci di abad 21, moderasi beragama dan kesetaraan warga, perebutan tafsir agama, spiritualitas baru abad 21, agama warisan kultural bersama umat manusia dan lainnya.Kata Zaprul

Menurut Zaprul khan,  salah satu core pemikiran Denny yang cukup menarik adalah iman berbasis riset. Menurut Ahmad Gaus, Denny menggunakan pendekatan riset atau kuantitatif dalam keberagamaan agar keimanan kita tidak berpijak pada kepercayaan buta semata. Dengan kata lain, pendekatan kualitatif perlu diperkaya dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan riset. Sebab salah satu signifikansi pendekatan kuantitatif atas fenomena agama dapat menumbuhkan proses pendewasaan hidup beragama.Ujarnya

Begitu pula dengan paradigma inklusif dalam memandang agama sebagai warisan kultural milik bersama umat manusia, bukan paradigma eksklusif yang hanya memandang agama sendiri sebagai satu²nya kebenaran dan menafikan eksistensi berbagai agama² lainnya.

Paradigma inklusif inilah yang perlu disosialisasikan secara massif dalam rangka mewujudkan wajah kehidupan bumi yang penuh kedamaian, kesejukan, toleransi dan harmoni universal. Sebuah buku yang mencerahkan!.(*)

Berita ini telah tayang di bangka.tribunnews.com, Rabu, 13 Desember 2023 22:07 WIB, dengan judul IAIN SAS Babel Gelar Diskusi dan Bedah Buku Karya Ahmad Gaud, https://bangka.tribunnews.com/2023/12/13/iain-sas-babel-gelar-diskusi-dan-bedah-buku-karya-ahmad-gaud.


Penulis : Ayaknan