IAIN SAS Babel Menggali Harmoni Islam dan Budaya Melayu, serta Gagasan Global Mahasiswa melalui International Students Conference

avatar Tong Hari
Tong Hari

77 x dilihat
IAIN SAS Babel Menggali Harmoni Islam dan Budaya Melayu, serta Gagasan Global Mahasiswa melalui International Students Conference
IAIN SAS Babel Menggali Harmoni Islam dan Budaya Melayu, serta Gagasan Global

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. International Students Conference pada kegiatan Sedulang International Festival (SeiFa) yang diselenggarakan oleh IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung memasuki hari kedua dengan rangkaian kegiatan yang memperkaya wawasan akademik dan budaya secara daring dan luring di ruang Rapat Lantai II,Selasa,28/10/2025.

Pemaparan inspiratif  sebelumnya pada hari pertama dari para pembicara utama seperti Prof. Muhammad Ali, Ph.D. (University of California Riverside), Prof. Dr. Zulkifli, M.A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). 

Dilanjutkan hari kedua oleh Narasumber Suryan Masrin -Budayawan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mengulas isu-isu kontemporer Islam Melayu dalam konteks kemanusiaan dan perdamaian. 

Antusiasme peserta dari Nigeria, Malaysia, dan Indonesia menandai suasana akademik yang hidup dan inklusif sejak hari pertama. Kegiatan hari kedua diawali dengan pembukaan oleh Koordinator Kegiatan Conference, Dr. Nikmarijal,M.Pd yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif mereka sejak hari pertama. 

Dalam sambutannya, Dr. Nikmarijal menegaskan bahwa konferensi ini merupakan wadah penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global dan memperkuat jejaring ilmiah antarnegara.

Memasuki sesi pertama, peserta mendapat pencerahan budaya dari Budayawan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suryan Masrin, yang menguraikan tema “Islam dan Melayu di Bangka.” 

Dalam penjelasannya, beliau menelusuri sejarah perkembangan peradaban di Pulau Bangka sejak tahun 1800-an, menggambarkan bagaimana nilai-nilai Islam berpadu dengan budaya Melayu dalam membentuk karakter masyarakat Bangka, baik dari segi sifat, cara berpakaian, maupun pola kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Suryan Masrin, perpaduan tersebut telah melahirkan identitas khas yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang santun, terbuka pada kearifan lokal. Paparan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta..

Kemudian, pada sesi kedua yang berfokus pada paparan ilmiah dari para peserta konferensi. Setiap peserta mempresentasikan artikel yang telah disiapkan sesuai dengan tema yang dipilih. 

Peserta konferensi tahun ini berasal dari beberapa negara, yakni Nigeria, Malaysia dan Indonesia. Sesi ini diawali oleh peserta asal Nigeria dan dilanjutkan oleh peserta lainnya turut menyampaikan gagasan dan hasil penelitian mereka, hingga sesi diakhiri dengan presentasi dari mahasiswa internal IAIN SAS Bangka Belitung..

Usai pemaparan, setiap artikel mendapatkan ulasan langsung dari Guru Besar IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Janawi, M.Ag., yang memberikan masukan penting terkait substansi dan penyusunan karya ilmiah peserta.

"Secara umum, sudah baik apa yang telah dipersiapkan setiap mahasiswa," ujar Prof Janawi

Beliau juga menambahkan keikutsertaan mahasiswa internal menjadi nilai tambah terhadap konferensi ini.

"Terutama peserta internal, hal ini menjadi momentum baik untuk menghasilkan artikel yang berkualitas antara dosen & mahasiswa di lingkungan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung"

Melalui kegiatan ini, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi ilmiah, memperkuat kolaborasi internasional, dan menumbuhkan budaya riset di kalangan mahasiswa.(*)