.IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS) Bangka Belitung menggelar agenda Annual International Conference on Interdisciplinary Islamic Studies (AICOIIS) tahun 2024, pada Sabtu (16/11/2024).
Bertempat di Soll Marina Hotel & Conference Center Bangka, agenda tersebut menghadirkan lima akademisi yang berasal dari dalam dan luar negeri sebagai pembicara utama.
Mereka adalah Rektor IAIN SAS Babel Dr Irawan, Profesor Nadirsyah Hosen dari Melbourne Law Schoal Australia, Mohammad Mahbubi akademisi International Islamic University Malaysia, Profesor Muhammad Ali dari University Of California, Riverside dan Zezen Zainal Mutaqin yang berasal dari Indonesian International Islamic University.
Wakil Rektor IAIN SAS Babel Profesor Hatamar menyampaikan, tujuan utama digelarnya AICOIIS 2024 ini adalah mewujudkan komitmen IAIN SAS Babel dalam mendukung keilmuan islam, yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dengan pendekatan multi disiplin.
"Kita ingin memberikan edukasi bahwa ditengah dunia global ini kan sedang banyak problem, baik itu perang, kekerasan. Yang ingin kita tampilkan adalah nilai-nilai ajaran islam bahwa tindakan kekerasan itu tidak baik untuk keberlangsungan dunia saat ini," ucapnya.
Prof Hatamar juga menyampaikan, dengan adanya konferensi internasional ini diharapakan seluruh civitas akademik di IAIN SAS Babel bisa berdayasaing dengan kampus-kampus lain, baik di dalam negeri ataupun luar negeri.
"Mudahan-mudahan mahasiswa menjadi agen perubahan, dengan seperangkat kompetensi yang dimiliki. Ini kan salah satu pemicunya saja, harapannya mereka bisa terus mengembangkan diri," terangnya.
Sementara itu, selaku ketua panitia Nikmarijal memaparkan, AICOIIS 2024 juga bertujuan untuk menghadirkan platform untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai perkembangan keilmuan islam dalam konteks kemanusiaan dan perdamaian global.
"Kemudian tentunya forum ini bisa menjadi ajang memperkuat jaringan akademisi, peneliti dan praktisi yang memiliki perhatian terhadap kajian islam lintas disiplin. Selanjutnya untuk memberikan kontribusi nyata dalam berbagai isu kemanusiaan melalui perspektif nilai-nilai islam," ucapnya.
Nikmarijal menerangkan, pada pelaksanaanya selain mendengarkan pemaparan dari pembicaraan utama kegiatan diisi oleh persentasi sebanyak 87 artikel ilmiah.
"Pemaparan ilmiah sendiri nanti terbagi menjadi beberapa tema, pertama ada soal islam dan demokrasi dan beberapa lagi lainnya," tambahnya.