IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan rapat penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025–2029 pada hari Senin, 3 November 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Hotel Grand Safran Pangkalpinang, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan institut, senat, para dekan, ketua lembaga, kepala unit, serta tim penyusun RIP dan Renstra.
Rapat ini merupakan langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan IAIN SAS Bangka Belitung untuk lima tahun mendatang. Dalam sambutannya, Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I menegaskan bahwa penyusunan RIP dan Renstra merupakan proses strategis yang harus dilakukan secara partisipatif, visioner, dan terukur agar menghasilkan dokumen yang mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi berlevel internasional di masa depan.
.jpeg)
“RIP dan Renstra bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan arah perjalanan IAIN SAS ke depan. Melalui penyusunan yang matang dan melibatkan berbagai pihak, kita ingin mewujudkan IAIN SAS sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global di era transformasi digital, serta alih status menjadi UIN berstandar Internasional” ujar Dr. Irawan.
Dalam rapat tersebut turut hadir Wakil Rektor I, Prof. Dr.H. Hatamar, serta Wakil Rektor III yang juga merangkap Wakil Rektor II, Dr. Misdar. Keduanya memberikan pandangan strategis terkait arah penguatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengelolaan sumber daya yang terintegrasi dengan kebijakan kelembagaan.
Prof. Hatamar menekankan pentingnya kesinambungan antara visi akademik dan arah pengembangan kelembagaan.“Visi dan misi yang dirumuskan harus mampu menjadi panduan nyata dalam meningkatkan mutu tridharma perguruan tinggi, sejalan dengan visi misi dalam renstra Kementerian Agama dan kemajuan teknologi,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Misdar menambahkan bahwa penyusunan Renstra 2025–2029 perlu memperhatikan integrasi antara pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan kemahasiswaan agar selaras dengan arah strategis institusi.
“Rencana strategis ini diharapkan menjadi instrumen manajemen yang efektif, bukan hanya untuk mencapai target kinerja, tetapi juga memperkuat karakter kelembagaan IAIN SAS,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK), H. Yayat Supriadi, M.Si., yang menyatakan dukungan penuh terhadap penyusunan RIP dan Renstra.
“Biro AUAK siap mendukung seluruh proses penyusunan dokumen ini, baik dari aspek administratif maupun koordinatif, agar hasilnya dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh unit kerja,” tutur H. Yayat Supriadi.
.jpeg)
Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan RIP dan Renstra, Dr. Zahwan Zaki, menjelaskan bahwa proses penyusunan dokumen strategis ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan penting.
“Proses penyusunan dimulai dari analisis kondisi internal dan eksternal, penentuan isu strategis, hingga perumusan visi, misi, dan arah kebijakan strategis.
Selanjutnya akan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan lokakarya finalisasi sebelum penetapan resmi pada tahun 2025, serta akan melibatkan stake holder dalam finalisasi penyusunan RIP dan Renstra IAIN SAS Bangka Belitung,” jelas Dr. Zahwan.
Rapat yang berlangsung sangat menarik dan alot tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pandangan, gagasan, dan masukan konstruktif muncul dari para pimpinan maupun masing-masing unit kerja, mencerminkan semangat kolaboratif dan komitmen bersama dalam merumuskan arah pengembangan IAIN SAS Bangka Belitung ke depan.
Melalui kegiatan ini, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing SDM, serta memperluas kontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Bangka Belitung dan Indonesia secara umum.(*)