IAIN SAS Bangka Belitung Terima Kunjungan Komisi Informasi Provinsi Bangka Belitung

avatar Tong Hari
Tong Hari
IAIN SAS Bangka Belitung Terima Kunjungan Komisi Informasi Provinsi Bangka Belitung
Foto Bersama .Komisi Informasi Provinsi (KIP)Bangka Belitung





IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA. Komisi Informasi Provinsi (KIP) Bangka Belitung bersilaturrahmi dengan pimpinan IAIN SAS Bangka Belitung, Jum'at (14/01/2022). Ketua KIP Provinsi Bangka Belitung Syawaludin, M.H bersama wakil ketua dan anggotanya terlihat hadir di ruang  Rektor. Dalam rangka mendorong keterbukaan informasi publik, komisioner oleh Rektor IAIN SAS Bangka Belitung yang diwakili oleh Wakil Rektor III Dr. H. Janawi, M.Ag. dalam kesempatan tersebut juga hadir Wakil Rektor I Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Kepala Biro AUAK Drs. H. Eramli Jantan Abdullah, M.M., Kabag AUK Amir Hamzah, S.E., M.Pd.I dan JPT Pranata Humas Madya Drs. H. Ika Robiantari, M.Pd.I.

Dalam sambutannya Wakil Rektor III Dr. H. Janawi, M.Ag. menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran komisioner KIP Bangka Belitung di kampus hijau. Pertemuan tersebut merupakan silaturrahim dan sekaligus sosialisasi UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Di samping itu KIP Provinsi Bangka Belitung akan melakukan Kerjasama  dengan IAIN SAS Bangka Belitung. Janawi selaku Plh. Rektor mengharapkan Kerjasama kedua kelembaga ini penting dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman transparansi/keterbukaan Informasi Publik. Sosialisasi dan implementasi tersebut akan disampaikan kepada civitas akademika IAIN SAS Bangka Belitung baik Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa.  

Ketua Komisi Informasi Syawaludin  dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tujuan agenda kunjungan itu, selain untuk memperkenalkan KIP kepada pimpinan kampus sebagai mitra strategis, juga untuk mensosialisasikan berbagai regulasi tentang keterbukaan informasi publik. Salah satunya tentang implementasi Undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang Pelayanan Informasi Poleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Syawaludin melanjutkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu amanat reformasi. Paradigma keterbukaan layanan informasi publik akan menjadi barometer implementasi UU No. 14 Tahun 2008. Keterbukaan informasi publik ini juga sekaligus menjadi buah dari demokrasi. Untuk itu, negara hadir untuk mengatur perihal keterbukaan informasi yang terdapat pada badan publik.

“Perubahan paradigma tentang keterbukaan nafasnya ada pada badan publik, baik badan publik negara maupun non-negara, karena merekalah yang menguasai informasi yang menjadi kebutuhan masyarakat, itulah salah satu urgensi hadirnya PPID”, pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III, Wakil Rektor I, Kepala Biro AUK, Kabag AUK sepakat bahwa IAIN SAS Bangka Belitung siap untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan KIP Bangka Belitung. Pertemuan berikutnya dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara IAIN SAS Bangka Belitung dengan KIP Bangka Belitung. Kemudian sebagai follow up MoU, KIP akan diundang untuk memberikan pencerahan terkait UU No. 14 Tahun 2000 tentang Keterbukaan Informasi Publik bagi civitas akademika.  

 

(Penulis: Tong Hari/Ayaknan | Editor: H. Ika Robiantari)