IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Ketua Ikatan Keluarga Alumni IAIN SAS Bangka Belitung (IKA SAS Babel), Dr. Tr. Zahwan Zaki, M.AB didampingi Sekretaris Anja Kusuma Atmaja, M.Sos. mengikuti kegiatan Pertemuan Nasional IKA PTKIN (Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) Se-Indonesia di Luminor Hotel Pecenongan, Jakarta 23-25 April 2026.
Prof. Dr. K.H. Nasarudin Umar, M.A. hadir langsung memantau pelaksanaan kegiatan Forum IKA PTKIN ini, dalam sambutannya beliau tentu sangat berterimakasih atas kesediaan dari seluruh peserta dari unsur Alumni yang hadir, termasuk ucapan terimakasih kepada para Rektor yang telah memfasilitasi para alumni untuk ikut andil dan ambil bagian dalam agenda penting ini.
.jpeg)
Beliau juga menyampaikan bahwa ke depan, Indonesia akan menjadi satu-satunya negara yang menjadi pusat peradaban Islam dunia yang mungkin akan menggantikan posisi negara-negara Arab yang saat ini bukan lagi menjadi wilayah yang aman untuk melaksanakan pendidikan misalnya. Perang berkecamuk di Timur Tengah menjadi pertanda bahwa ketenangan untuk membangun peradaban akan sulit dilaksanakan.
“Kita beruntung berada di Indonesia yang jaraknya jauh dari Timur Tengah namun seperti diketahui dunia bahwa kita merupakan Negara Mayoritas Muslim terbesar di dunia. Maka daripada itu ke depan, kita perlu mengambil peran penting dalam pendidikan Islam. Yang mana saat ini merupakan suatu kebanggaan salah satu perguruan PTKIN memiliki peringkat nomor 29 dunia dalam pendidikan teologi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah.

Hal yang membanggakan kita semua, bahwa untuk mendapatkan peringkat dunia itu, jika kampus umum masih jauh untuk mengejar posisi dibandingkan kampus-kampus umum di luar negeri. Untuk itu, PTKIN ini yang kemudian sinergi dengan alumninya ke depan kita harapkan dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia Islam Dunia” Paparnya dalam sambutan.
Kegiatan ini dimulai dengan registrasi pada hari kamis, kemudian dilanjutkan pembukaan acara yang dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. sebelumnya, pembukaan juga dimulai oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Perwakilan Ketua dan Sekretaris IKA PTKIN Se-Indonesia, dari mulai UIN, IAIN dan STAIN. Mengusung tema “sinergi Alumni PTKIN dalam Menjawab Tantangan Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan.
Diskusi di hari pertama dipimpin langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A yang kemudian penyampaian materi oleh Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. Ismail Cawidu. Dalam paparannya, Ismail Cawidu mengatakan bahwa gagasan diadakannya kegiatan ini adalah untuk merangkul para alumni PTKIN Se-Indonesia dengan berbagai latar belakang pekerjaan.
Isu-isu moderasi beragama dan kemudian penguatan ekonomi umat berbasis kelembagaan juga menjadi point penting yang menjadi hajat besar dalam forum ini.

Dalam agenda yang berjalan selama 2 hari penuh tersebut, terjadi diskusi yang cukup alot sebelum menghasilkan kesepakatan mufakat dan kemudian terpilihlah Ketua Forum Nasional IKA-PTKIN, yaitu Dr. Drs. Idrus Marham, M.Sc. didampingi Sekretaris Jenderal Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A.
“Kita akan berjuang bersama-sama dalam memberikan dampak kepada dunia Islam khususnya dan dunia pada umumnya terkait keberadaan Forum Nasional IKA PTKIN Se-Indonesia ini, yang mana gagasan awal kegiatan ini adalah terinspirasi dari harapan Bapak Menteri Agama, Prof. Dr. K.H. Nasarudin Umar, M.A., beliau mengharapkan kontribusi kita sebagai kampus-kampus Islam yang akan menjadi pusat peradaban dunia Islam ke depan”, ucapnya dalam sambutan.

Dalam penyampaiannya, Zahwan yang merupakan Ketua IKA-SAS Babel turut bangga bisa ikut hadir langsung pada kegiatan ini. Ia mengucapkan terimakasih kepada Rektor dan para Pimpinan IAIN SAS Babel atas supportnya sehingga bisa ambil andil pada kegiatan yang sangat penting ini.
"kami bersyukur bisa mengikuti kegiatan besar ini, sebagai bagian dari wujud pengabdian alumni PTKIN, terimakasih Pak Rektor dan Para Pimpinan IAIN SAS atas support dan dukungannya kepada kami". ujarnya menyampaikan.
Keberadaan Ika-PTKIN ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata pada program-program pemerintah mendatang. Stafsus Menteri Agama, Dr. Ismail Cawidu memberikan atensi khusus terkait kehadiran para peserta kegiatan yang merupakan perwakilan PTKIN, “dari 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri ini, baru hadir 47 peserta perwakilan, maka nanti kami akan menyampaikan khusus kepada Rektor yang kampus dalam kepemimpinannya belum ada unsur Ikatan Keluarga Alumninya” ucapnya dalam arahan penutup.(*)