IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Plt. Inspektur Jenderal (Irjen), Kementerian Agama Republik Indonesia. Dr. Faisal Ali Hasyim, SE., M.Si., CA., CSEP, QIA, CGCAE mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Institut Agama Islam Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) untuk Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi.
Hal ini disampaikan Irjen Kemenag RI di hadapan ASN IAIN SAS Babel dan seluruh pimpinan, dalam rangka penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan IAIN SAS Babel,Kamis, 27/2/2025.
Hadir dalam acara tersebut adalah segenap Sivitas Akademika IAIN SAS Babel, mulai dari jajaran Rektor dan Wakil Rektor, Kepala Kanwil Kemenag Babel, Kepala Bagian, Kasubbag, Ketua Lembaga, Kepala Unit dan sivitas akademika lainnya.
Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan,M.S.I berharap, pembinaan yang dilakukan Irjen dapat dicermati baik-baik oleh pimpinan dan seluruh ASN IAIN SAS Babel, sehingga ke depannya dapat meningkatkan kinerja untuk memajukan lembaga.
“ASN IAIN SAS Babel selaku pegawai di internal Kementerian Agama RI, harus meningkatkan kinerja, kedisiplinan dan kerjasama dalam memajukan lembaga. “Melalui pembinaan pegawai hari ini, kita berharap banyak mendapatkan wawasan serta keilmuan kita mengenai bagaimana meningkatkan kualitas kinerja kita di kampus ini, ujar Irawan.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen ASN IAIN SAS dalam menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesional, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Faisal juga menekankan pentingnya transformasi peran para dosen dan guru, agar tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dan informasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
“Teknologi dan informasi yang semakin maju tidak selalu membawa dampak negatif. Justru, jika digunakan dengan bijak, hal ini bisa menjadi alat utama untuk mempermudah proses pembelajaran dan mendukung transformasi pengetahuan,” tegasnya.
Menurutnya para pengajar di PTKIN memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.
"Siapa di sini dosen yang sudah memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran?", tanya Faisal di sela arahannya.
Dikatakan Faisal, pendidikan saat ini tidak bisa lepas dari teknologi dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan global. Faisal menyebut untuk mewujudkan good governance university, motor pada perguruan tinggi terletak pada 3 hal utama.
"Tiga hal utama yang menjadi motor penggerak PTKIN adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan pengendalian internal oleh Satuan Pengawas Intern (SPI)," pungkasnya.
Dalam Arahannya , Dr. Faisal menekankan delapan prinsip utama yang harus dijalankan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan IAIN SAS Babel, yaitu: Renaksi yang jelas dan terukur menuju Kampus Unggul, Setiap tahun harus ada Riset Unggulan berstandar, Internasional dan dipaparkan di forum internasional di luar negeri, target Guru Besar dan Doktor harus konkrit di setiap Prodi disertai Renaksinya. Setiap tahun harus ada jurnal berstandar internasional, pengembangan Bisnis Center, pengembangan Kurikulum Enterpreneur di PTKIN. Setiap tahun harus ada penambahan jumlah mahasiswa yang aktif dan Kampus yang hijau, rapi, bersih, indah dan kekinian.(*)