Kesultanan Buton Anugerahi Gelar Adat “MIA OGENA YI SYARA AGAMA” kepada Menag RI

avatar Tong Hari
Tong Hari

38 x dilihat
Kesultanan Buton Anugerahi Gelar Adat “MIA OGENA YI SYARA AGAMA” kepada Menag RI
Menteri Agama Nasaruddin Umar Anugerahi Gelar Adat “MIA OGENA YI SYARA AGAMA”

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Kesultanan Buton menganugerahkan Gelar Kehormatan Adat kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kamis (8/1/2026). Gelar kehormatan yang disematkan kepada Menag adalah Mia Ogena I Sara Agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rasa haru dan kerendahan hati atas penganugerahan gelar adat tersebut. “Dalam hati saya bertanya, apakah saya pantas menerima gelar yang begitu besar dan berat ini”.

Secara pribadi, saya merasa mungkin bukan orang yang paling pantas. Namun saya memahami bahwa ini adalah bentuk harapan dan ekspektasi dari Yang Mulia Paduka Sultan dan masyarakat Buton,” lanjut Menag.

"Semoga amanah ini menjadi motivasi bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi, khususnya bagi umat Islam. Saya meyakini bahwa semakin berat beban amanah yang diberikan kepada seseorang, jika dijalankan dengan tulus dan ikhlas, insyaallah doa-doanya akan semakin mudah diterima oleh Allah SWT," ujar Menag.

Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan, M.S.I menyampaikan ucapan selamat atas gelar kehormatan yang diterima Menteri Agama. Ia menilai penganugerahan tersebut sebagai bentuk pengakuan masyarakat adat terhadap komitmen Menteri Agama dalam merawat keberagaman dan memperkuat moderasi beragama di Indonesia.

“Gelar adat ini merupakan kehormatan sekaligus amanah. Kami berharap nilai-nilai luhur budaya Buton dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa yang rukun dan berkeadaban,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam melahirkan pemimpin-pemimpin agama yang moderat, berwawasan kebangsaan, serta mampu merawat warisan budaya nusantara sebagaimana dicontohkan oleh Menteri Agama.

Prosesi penganugerahan gelar adat ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dan institusi adat dalam membangun kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan berkeadaban di Indonesia.

Pemberian gelar kehormatan adat Buton ini diharapkan dapat semakin mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat adat dalam menjaga persatuan serta melestarikan budaya nusantara.(*)