IAIN SAS Babel Dukung Kurikulum Cinta Kemenag RI, Wujudkan Generasi Muda yang Penuh Cinta dan Inklusif

avatar Tong Hari
Tong Hari

14 x dilihat
IAIN SAS Babel Dukung Kurikulum Cinta Kemenag RI, Wujudkan Generasi Muda yang Penuh Cinta dan Inklusif
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang resmi dicanangkan oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA., pada Kamis, 24 Juli 2025, di Asrama Haji Embarkasi Makassar.

Kurikulum ini menjadi bagian dari langkah transformasi pendidikan Islam di Indonesia menuju arah yang lebih manusiawi, ramah, dan penuh kasih.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam pidato peluncurannya, menegaskan bahwa kurikulum ini lahir dari kegelisahan atas dominasi pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek kognitif semata. Menurutnya, cinta adalah bahasa universal yang bisa menjembatani perbedaan dan menyatukan umat manusia dalam harmoni.

“Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tanpa sadar menanamkan benih kebencian kepada yang berbeda. Kurikulum ini adalah upaya menghadirkan titik-titik kesadaran universal dan membangun peradaban dengan cinta sebagai fondasi,” ujar Menag.

Ia menambahkan bahwa spiritualitas harus kembali menjadi roh pendidikan, termasuk dalam konteks ekoteologi, yaitu kesadaran bahwa manusia bukan penguasa atas alam, melainkan bagian dari sistem kehidupan yang harus dijaga bersama.

“Teologi ini harus melahirkan logos yang berbuah menjadi habit. Jika itu terwujud, kita akan membentuk generasi yang kuat dalam moral, lembut dalam sikap, dan kokoh dalam kebersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I, menyambut baik peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta ini. Ia menyampaikan bahwa IAIN SAS siap mendukung dan ikut serta dalam mengembangkan kurikulum tersebut di lingkungan kampus.

Ia menambahkan bahwa kurikulum ini sejalan dengan semangat IAIN SAS Babel dan juga berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang moderat, toleran, dan peduli terhadap lingkungan.

Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan tidak hanya berdampak pada peserta didik secara individu, tetapi juga pada masyarakat luas. Diharapkan, generasi yang dibentuk dari sistem ini akan menjadi agen perdamaian, menjunjung tinggi nilai keadilan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa adanya Kurikulum Berbasis Cinta ini, IAIN SAS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan empati terhadap sesama. Diharapkan kurikulum ini dapat membawa dampak positif bagi pendidikan di Indonesia dan membantu menciptakan generasi yang unggul.(*)