IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Kabar membanggakan, Marheni, M.Si, Ak., CA., CSRA Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN SAS Bangka Belitung lolos sebagai peserta Open Panel dalam Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) Ke-24 Tahun 2025. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Nomor 7181 Tahun 2025,di Rilis 28/8/2025.
AICIS merupakan konferensi tahunan berskala internasional yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia. Pada edisi ke-24, AICIS bertransformasi menjadi AICIS+ yang mengangkat tema “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Adil dan Berkelanjutan,”.
Tahun ini, AICIS+ mencetak rekor baru sepanjang sejarah AICIS dengan total abstrak yang masuk sebanyak 2.434 dari 31 negara. Dari jumlah tersebut, hanya 234 abstrak yang dinyatakan lolos untuk masuk ke Open Panel AICIS +. Salah satu peserta yang lolos adalah Marheni, Dosen IAIN SAS Babel dengan judul Artikel : “Implementation of SDGs as an Instrument for Achieving Maqashid Sharia: A Systematic Literature Review Based on ESG”, yang masuk ke dalam sub-tema Sustainable Economic Systems and Social Welfare.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut. “Terpilihnya kami dalam forum AICIS+ ini merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab akademik untuk berkontribusi dalam diskursus global terkait Islam, sains, dan masyarakat. Semoga kesempatan ini bisa memperluas jejaring ilmiah sekaligus membawa nama baik institusi dan daerah.
The 24th Annual International Conference on Islam, Science, and Society akan berlangsung pada 29–31 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok. Tahun ini merupakan kali pertama AICIS diselenggarakan di kampus non-PTKIN.
Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I menyampaikan apresiasinya. “Keikutsertaan satu Dosen IAIN SAS Babel dalam AICIS+ 2025 menunjukkan kualitas riset yang dihasilkan kampus ini mampu bersaing di forum internasional, tetapi juga bukti nyata kontribusi IAIN SAS Babel dalam mengembangkan keilmuan Islam yang relevan dengan tantangan global,” ujarnya.
AICIS+ 2025 diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan dan inovasi dari para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia, guna memperkuat keterkaitan antara Islam, sains, dan masyarakat dalam menghadapi isu-isu kontemporer.(*)