Mahasiswa PPL FDKI IAIN SAS Babel Adakan Sosilasisasi di SMP Negeri 3 Kota Pangkalpinang

avatar Tong Hari
Tong Hari

207 x dilihat
Mahasiswa PPL FDKI IAIN SAS Babel Adakan Sosilasisasi di SMP Negeri 3 Kota Pangkalpinang
Mahasiswa PPL FDKI IAIN SAS Babel Adakan Sosilasisasi di SMP Negeri 3 Kota Pangkalpinang


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Praktik Profesi Lapangan (PPL), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam(FDKI), Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) melaksanakan kegiatan Sosialisasi di SMP Negeri 3 Kota Pangkalpinang. Jum'at, 06 /9/ 2024.

Sosialisasi ini bertema "Upaya preventif untuk mengurangi kasus pelecehan seksual yang kian marak terjadi".

Acara di buka oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kota Pangkalpinang, Nurpaleni, S. Pd dan dihadiri oleh seluruh siswa/siswi.

Sherlly okvitaria, S.Sos kepala bidang Pemberdayaan Perlindungan Anak (PPA) mengucapkan "terimakasih banyak karena sekolah sudah menerima dengan baik dan berharap anak-anak mendengarkan materi yang akan disampaikan oleh kakak mahasiswa/mahasiswi".

Haris dan viska yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Serta, Arofah selaku koordinator lapangan menambahkan materi.

Menurut Viska  dalam materi ya "Kekerasan seksual ini adalah kekerasan yang berkaitan dengan pemaksaan aktivitas seksual tanpa persetujuan, seperti pemerkosaan, pelecehan seksual, perdagangan atau eksplorasi seksual Contoh misalnya: pelecehan seksual atau perdagangan manusia. 

Ia menjelaskan Sekarang lagi maraknya  kasus pelecehan yang berujung maut dan yang menjadi pelaku adalah siswa SMP, untuk menghindari hal itu maka penting untuk kakak sampaikan agar adik-adik semua tidak menjadi korban pelecehan seksual".

Selanjutnya Haris menambahkan dalam kasus kekerasan terhadap anak terutama anak perempuan harus kita lindungi,  sebagai warga negara Indonesia kita berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap perempuan dan anak, untuk itu stop kekerasan yang membahayakan nyawa dan mental manusia". Ucap Haris.

Arofah mengatakan "berdasarkan data yang masuk ke kami, disekolah ini pernah terjadi kekerasan. Maka dari itu, penting bagi anak-anak menjadi pelopor maupun pelapor. Ketika ada ada temannya yang melakukan kekerasan, anak-anak dihimbau melapor kepada gurunya".(*)