Mahasiswa Prodi BKPI Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel Manfaatkan Momentum Hari Pahlawan Nasional Mengajak siswa SD Negeri 5 dan SD Negeri 17 Mendo Barat Mencegah Bullying Melalui Penyuluhan

avatar Tong Hari
Tong Hari

79 x dilihat
Mahasiswa Prodi BKPI Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel Manfaatkan Momentum Hari Pahlawan Nasional Mengajak siswa SD Negeri 5 dan SD Negeri 17 Mendo Barat Mencegah Bullying Melalui Penyuluhan
Mahasiswa Prodi BKPI Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung dari Program studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam dan didampingi oleh dosen pengampu Mata Kuliah Studi Islam Interdisipliner Dr. Fatma Sylvana Dewi Harahap, MA.Kes bersama mahasiswa BKPI semester 1 dengan melakukan penyuluhan “Stop Bullying” di SD Negeri 5 dan SD Negeri 17 Mendo Barat,Senin,10/11/2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kasus Bullying atau Perundungan di lingkungan sekolah. Para Mahasiswa yang didampingi dosen memberikan penyuluhan kepada siswa tentang bahaya bullying, dampak, dan cara pencegahannya .

“Maraknya perbuatan perundungan di sekolah belakangan ini meresahakan dunia pendidikan dan masyarakat luas.  Melalui Peringatan Hari Pahlawan ke-80 yang jatuh pada 10 November 2025 menjadi momentum refleksi untuk mengenang jasa para pejuang bangsa. 

Nilai-nilai kepahlawanan yang seharusnya diwujudkan melalui aksi nyata dalam pendidikan, kerja keras, serta kontribusi positif bagi bangsa salah satunya dengan melawan perbuatan perundungan.

Melalui mata kuliah Studi Islam Interdisipliner yang menekankan integrasi keislaman dan keilmuan serta kemanusiaan mahasiswa dapat mengaktualisasi konsep integrasi tersebut melalui penyuluhan kepada peserta didik di pendidikan dasar. 

Harapannya, melalui ikhtiar ini kita mengantarkan bibit-bibit generasi bangsa yang bebas berpikir dan terlepas dari perbuatan perundungan yang berdampak tidak baik bagi kesehatan mental generasi bangsa ke depannya. 

Penyuluhan sebagai tindakan promosi dan prevensi dalam kesehatan merupakan salah satu bentuk aktualisasi agama yang disajikan melalui sains sosial. 

Kegiatan ini diharapkan dapat berdampak baik bagi kesehatan mental khususnya peserta didik di sekolah yang telah diberi penyuluhan dan berdampak bagi masyarakat disekitarnya,” penjelasan Dr.Fatma.

Hasnah yang merupakan guru dan representasi SD Negeri 17 Mendo Barat dan Darwin sebagai guru serta representasi SD Negeri 5 Mendo Barat menyambut baik kegiatan penyuluhan yang dilakukan.

Setelah dilaksanakan penyuluhan Darwin sebagai guru yang mewakili SD 5 Mendo Barat sangat berharap ada guru BK di pendidikan dasar untuk membantu agar permasalahan di sekolah tentang perundungan dapat diatasi dengansungguh-sungguh.

Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan supaya tidak terjadinya bullying serta dapat menciptakan lingkungan yg aman, damai, dan saling menghormati.(*)