Maknai Usulan Kenaikan Dengan Rindu Kehambaan

avatar Tong Hari
Tong Hari

27 x dilihat
Maknai Usulan Kenaikan Dengan Rindu Kehambaan
Dr. Masmuni Mahatma, S.Fil., M.Ag (Ketua PWNU dan Wakil Rektor II IAIN SAS Kep. Bangka Belitung,)


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Pemerintah Arab setiap tahunnya memberikan kuota haji bagi jamaah di seluruh dunia yang ingin melaksanakan ibadah haji. Tujuannya agar jumlah jamaah haji bisa dikontrol sehingga dapat menjalankan ibadah dengan kondusif dan nyaman.
Kuota jamaah haji ini berbeda setiap negara dan setiap tahunnya. Pada 2023 ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000. Jumlah ini sudah meliputi jamaah haji reguler, jamaah haji khusus dan juga petugas haji.

Terkait usulan naiknya biaya haji tahun ini, saya rasa hal biasa. Ini regulasi. Kurang etis kalau dianggap masalah. Mari tetap kedepankan semangat rasionalitas dan proporsionalitas. Bahwa langkah Gus Men, kebanggaan kami, dimaknai kurang populis, tergantung dari mana kita memulai. Mengelola, mensupport, dan membenahi kelangsungan pelaksanaan ibadah haji, bukan soal populisme atau tidak. Ini menyangkut komitmen kecintaan kita kepada Allah SWT. Terutama dalam aspek ubudiyah. Tak terhitung nikmat yang Allah berikan kepada tiap hamba. Masa urusan ubudiyah terluhur seperti ini masih mau berhitung.

Keberanian Gus Men ini, terobosan yang patut dituntaskan oleh seluruh elemen bangsa dan umat (Islam). Di Indonesia ini, disadari atau tidak, banyak umat yang kadang ambigu atau kontradiktif dalam menghamba. Coba perhatikan, kalau urusan pesta pernikahan saja mereka rela berhutang sana sini. Demi marwah, martabat diri dan keluarga di hadapan sesama manusia. Masa terkait ibadah haji masih mau berhitung-hitung kenaikan biaya. Ini kan "puncak" dari rukun keislaman. Memenuhi undangan Allah SWT. Ini sekali seumur hidup. Mari rasional dan proporsional dalam mencerna usulan Gus Men. Takarlah usulan ini dengan kedalaman kehambaan. Insya Allah, indah.

Sebagai saya akan terus mengawal langkah Gus Men ini tanpa lelah. Siapa tahu Allah menempatkan pengawalan ini bagian dari ibadah. Bismillah wabillah wa khairal asma kulluha lillah.

Penulis : Dr. Masmuni Mahatma, S.Fil., M.Ag (Ketua PWNU dan Wakil Rektor II IAIN SAS Kep. Bangka Belitung,)