Pelatihan Satgas PPKS: Wujud Komitmen Kampus dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

avatar Tong Hari
Tong Hari

108 x dilihat
Pelatihan Satgas PPKS: Wujud Komitmen Kampus dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Pelatihan Satgas PPKS: Wujud Komitmen Kampus dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN SAS Bangka Belitung menggelar Pelatihan Penanganan Kasus bagi Satuan Tugas (SATGAS) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Asrama Haji Prov. Kep. Bangka Belitung secara offline pada Rabu, 12 November 2025.

Pelatihan dengan tema “Satgas Sigap, Kampus Bermartabat: Penguatan Sistem Pelaporan dan Pendampingan Korban” yang diinisiasi oleh Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Pebri Yanasari, M.A dan sukses dilaksanakan dengan sejumlah Satgas PPKS di lingkungan perguruan tinggi IAIN SAS Bangka Belitung yaitu 40 peserta

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara pelatihan, Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan Pelatihan Penanganan Kasus bagi Satgas PPKS sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. 

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan seksual bukan hanya kewajiban Satgas, tetapi juga tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Keberadaan Satgas PPKS diharapkan tidak hanya bersifat reaktif terhadap kasus, tetapi juga proaktif dalam edukasi dan perubahan budaya kampus yang lebih berkeadilan gender. 

Rektor juga menekankan pentingnya kapasitas penanganan yang berbasis hukum, empati, dan berpihak pada korban, sehingga setiap laporan dapat ditangani dengan tepat dan berkeadilan. Pelatihan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman, koordinasi lintas sektor, serta membangun jejaring dengan lembaga-lembaga pendukung seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, LSM, dan aparat penegak hukum. 

Di akhir sambutan, Rektor berharap hasil pelatihan ini dapat melahirkan tim Satgas PPKS yang kompeten, berintegritas, dan berkomitmen tinggi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, bermartabat, dan humanis.

Pelatihan ini mengahadirkan Narasumber dari berbagai unsur yaitu: Windu Perdana Kusumah, SH (Panit 2 Subdit IV Polda Prov. Kep. Bangka Belitung); Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd (Kepala DP3ACSKB Prov. Kep. Bangka Belitung); dan Zubaidah (Ketua LSM Perlindungan Pemberdayaan Hak-Hak Perempuan)

Pelatihan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme melalui diskusi interaktif dan pertanyaan yang mendalam tentang penanganan Kekerasan Seksual, dari alur penanganan hingga proses pendampingan bagi korban

Windu Perdana Kusumah, S.H. (Panit 2 Subdit IV Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), menekankan pentingnya pemahaman aspek hukum dalam setiap proses penanganan kasus kekerasan seksual. 

Ia menjelaskan tahapan hukum mulai dari penerimaan laporan, proses penyelidikan, hingga pendampingan hukum terhadap korban. Menurutnya, Satgas PPKS perlu memahami batas kewenangan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum, agar setiap tindakan yang diambil tetap sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, melindungi hak korban, dan menghindari pelanggaran prosedural. 

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd. (Kepala DP3ACSKB Provinsi Kep. Bangka Belitung) menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. 

Ia menjelaskan berbagai program dan layanan dukungan yang disediakan oleh DP3ACSKB, seperti pendampingan psikologis, perlindungan hukum, dan rehabilitasi sosial. Beliau juga menekankan bahwa keberadaan Satgas PPKS harus mampu membangun budaya kampus yang sensitif gender dan berpihak pada korban, melalui edukasi berkelanjutan serta kampanye kesetaraan dan keamanan bagi seluruh mahasiswa. 

Zubaidah (Ketua LSM Perlindungan Pemberdayaan Hak-Hak Perempuan),Sebagai aktivis perlindungan perempuan, memberikan perspektif lapangan mengenai tantangan yang dihadapi korban dalam mengungkap kasus kekerasan seksual. Ia menekankan pentingnya pendekatan empatik, berperspektif korban, dan menjaga kerahasiaan informasi.

Zubaidah juga mengingatkan bahwa Satgas PPKS memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan korban terhadap sistem kampus, sehingga mereka berani melapor dan mendapatkan keadilan. Ia mendorong agar Satgas memperkuat jejaring dengan LSM dan lembaga layanan perempuan di daerah untuk mempercepat penanganan kasus secara terpadu.

Kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan  penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan LSM  Perlindungan dan Pemberdayaan hak-hak perempuan (P2H2P) dan DP3ACSKB dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) serta Pemilihan Ketua Satgas PPKS dilingkungan perguruan Tinggi IAIN SAS Babel untuk masa jabatan 2025-2027 dengan Terpilihnya Chitra Fraghini, M.Psi, Psikolog  serta komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antar lembaga dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan gender. 

Melalui bekal pengetahuan dari para narasumber, diharapkan Satgas PPKS mampu meningkatkan profesionalisme dan kepekaan dalam menangani kasus kekerasan seksual secara cepat, tepat, dan berpihak pada korban.

Panitia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret menuju terbangunnya budaya kampus yang menghargai martabat manusia, bebas dari kekerasan, serta menjunjung tinggi nilai empati dan keadilan.(*)