IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Seminar Proposal Litapdimas 2026 IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung resmi diselenggarakan pada 2 April 2026 secara online melalui platform zoom meeting. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Rektor dan dihadiri oleh para calon peneliti dari berbagai fakultas di lingkungan kampus serta reviewer dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor Prof .Dr.Irawan, M.S.I menyampaikan pentingnya penguatan kualitas proposal penelitian sebagai langkah awal menghasilkan riset yang unggul dan berdampak. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Seminar proposal ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa setiap rencana penelitian memiliki arah yang jelas, metodologi yang kuat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor dalam sambutannya.
.jpeg)
Ketua LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. H.Suparta, M.Ag juga menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi para calon peneliti dalam mempresentasikan proposal mereka sekaligus memperoleh masukan konstruktif dari para reviewer. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari skema penelitian Litapdimas 2026 setelah proses review substansi proposal sebelumnya.
Para reviewer, Prof. Dr. Leny Nofianti MS, SE. M.Si, Ak, CA dan Prof. Zulkifli, Ph.D dalam sambutan keduanya menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan proposal-proposal yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

Seminar proposal litapdimas IAIN SAS Babel Tahun Anggaran 2026 melibatkan 6 reviewer nasional untuk menilai presentasi 27 proposal dari 6 (enam) kluster penelitian. Seminar berlangsung secara serentak di tiga breakroom yang disiapkan panitia. Breakroom 1 dengan reviewer Prof. Dr. Muhammad Ansor, M.A dan Prof. Dr. Ayub Mursalin, M.A, dimoderatori oleh Yolanda Destiana, M.M, membedah proposal dari kluster penelitian kapasitas dan program studi. Selanjutnya di breakroom 2 ada Prof. Dr. Sunhaji, M.Ag dan Prof. Dr. Imam Mustofa, M.S.I, dimoderatori oleh Pebri Yanasari, MA, mengulik proposal dari kluster penelitian Interdisipliner dan Terapan Kajian Strategis Nasional.
Terakhir di Breakroom 3 ada Prof. Zulkifli, MA dan Prof. Dr. Leny Nofianti MS, SE. M.Si, Ak, CA, dimoderatori oleh Dr. Nurlaila, M.Pd.I, MA. me-review proposal dari kluster kolaborasi antar perguruan tinggi dan kolaborasi internasional. Setiap sesi di masing-masing breakroom diikuti dengan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyempurnakan proposal mereka sebelum tahap seleksi lebih lanjut.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan pertukaran ide selama kegiatan berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Para calon peneliti menyambut baik pelaksanaan seminar ini karena dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kualitas proposal yang disusun.(*)