Pengawas Madrasah Kemenag Dorong Penguatan Administrasi Guru dan Mahasiswa PPLK di MTS Annajah Paya Benua

avatar Tong Hari
Tong Hari

68 x dilihat
Pengawas Madrasah Kemenag Dorong Penguatan Administrasi Guru dan Mahasiswa PPLK di MTS Annajah Paya Benua
Pengawas Madrasah Kemenag Dorong Penguatan Administrasi Guru dan Mahasiswa PPLK di MTS Annajah Paya Benua

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.MTS Annajah Paya Benua kembali menjadi pusat perhatian ketika pengawas madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Drs. Ridwan Taufik hadir untuk memberikan pembinaan dan arahan kepada kepala madrasah, dewan guru, guru pamong, serta mahasiswa PPLK II IAIN SAS Bangka Belitung.

Kegiatan yang berlangsung di ruang guru tersebut berjalan khidmat dan penuh semangat, dengan fokus utama pada supervisi administrasi pembelajaran serta pembinaan terhadap calon-calon pendidik.

Dalam paparannya, Drs. Ridwan Taufik menekankan bahwa setiap guru wajib memiliki kelengkapan administrasi sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas mengajar. Beliau kemudian menjelaskan satu per satu administrasi yang wajib disiapkan guru, antara lain:

1. Kalender Pendidikan berupa sebagai pedoman kegiatan belajar mengajar dalam setahun.

2. Program Tahunan  berupa gambaran umum rencana pembelajaran selama satu tahun.

3. Program Semester berupa rincian pembelajaran dalam satu semester.

4. Silabus/ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) berupa  peta jalan pembelajaran yang berisi kompetensi, indikator, metode, dan penilaian.

5. RPP atau Modul Ajar berupa panduan operasional guru ketika mengajar di kelas.

6. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM/KKTP) berupa standar pencapaian hasil belajar siswa.7.  Jurnal Harian berupa catatan pelaksanaan pembelajaran setiap hari.8.  Absensi Siswa berupa bukti kehadiran siswa sebagai bahan evaluasi kedisiplinan.

9. Daftar Nilai berupa catatan hasil penilaian siswa.

10. Buku Pegangan Guru berupa sumber utama guru dalam menyampaikan materi.

11. Buku Teks Siswa berupa  bahan ajar siswa sesuai kurikulum.

12. Kartu Soal berupa dokumen sistematis kumpulan soal sebagai arsip.

13. Kisi-kisi Soal Ulangan berupaa acuan pembuatan soal agar proporsional.

14. Analisis Hasil Ulangan berupa  evaluasi pencapaian belajar siswa.

15. Program Remedial berupa tindak lanjut bagi siswa yang belum mencapai KKM.

16. Program Pengayaan berupa pengembangan materi untuk siswa yang sudah melampaui target.

17. Kumpulan Soal/Bank Soal berupa arsip soal untuk referensi dan dokumentasi.

18. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berupa  upaya guru memperbaiki proses pembelajaran melalui penelitian sederhana.

“Seluruh poin administrasi ini bukan sekadar kelengkapan dokumen, tetapi menjadi bukti profesionalisme guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Dengan administrasi yang lengkap, guru dapat mengajar lebih terarah, siswa lebih terbimbing, dan mutu pendidikan semakin meningkat,” tegas Drs. Ridwan Taufik.

Kepala MTS Annajah Paya Benua, Ahmad Rozani, S.Pd.I., menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran pengawas madrasah. Beliau menegaskan bahwa seluruh guru dan mahasiswa PPLK akan berusaha sebaik mungkin dalam menindaklanjuti arahan yang telah diberikan.

“Kami merasa terhormat atas kehadiran Pengawas di madrasah kami. Bimbingan ini sangat berarti, bukan hanya bagi guru, tetapi juga untuk mahasiswa PPLK yang sedang belajar. InsyaAllah, kami akan mendampingi mereka agar lebih disiplin dalam menyusun administrasi dan semakin matang dalam melaksanakan pembelajaran,” ujar Kepala Madrasah.

Kegiatan semakin hangat ketika dibuka sesi tanya jawab. Salah seorang mahasiswa dari Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) mengajukan pertanyaan mengenai kewajiban menyusun modul ajar.

"Kami mahasiswa BK tidak banyak mengajar di kelas, apakah tetap diwajibkan membuat modul ajar seperti guru mapel lain?" tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh pengawas  yang kemudian diperkuat oleh guru pamong. “Guru BK memang memiliki peran yang berbeda dengan guru mata pelajaran. Mereka lebih fokus pada layanan konseling dan pendampingan siswa." Ujar bapak Drs. Ridwan Taufik.

Dilanjutkan jawaban oleh  Zaki sebagai Wakil Ketua Bidang Kurikulum  menegaskan bahwa "Guru BK  memang hanya difokuskan layanan  konseling namun dalam perlu juga terkadang mengajar dikelas materi tentang bimbingan konseling tetapi tidak perlu membuat modul ajar seperti guru mapel. Namun, guru BK tetap memiliki kewajiban akademik, yaitu menyusun penelitian tindakan kelas (PTK) yang relevan dengan layanan konseling yang diberikan." ujar Zaki.

Jawaban tersebut memberikan kejelasan bagi mahasiswa BKPI mengenai posisi dan tanggung jawab mereka di lapangan. Hal ini juga menjadi pengingat penting bahwa setiap bidang keilmuan memiliki karakteristik administrasi yang berbeda, namun tetap berada dalam satu tujuan, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

Kegiatan supervisi ini ditutup dengan pesan agar kepala madrasah senantiasa mendampingi guru dalam melengkapi administrasi, sementara guru pamong membimbing mahasiswa PPLK agar semakin terampil memahami praktik pendidikan di madrasah.

“Kami mohon kerjasama yang baik antara kepala madrasah, guru, dan mahasiswa. Jika ada kekurangan, mari jadikan sebagai bahan evaluasi. Dengan bimbingan dan kerja sama, InsyaAllah kualitas pendidikan madrasah akan terus meningkat,” pungkas Drs. Ridwan Taufik.

Kehadiran pengawas madrasah tidak hanya memberikan penguatan terhadap guru, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PPLK. Dengan bimbingan ini, diharapkan MTsS Annajah Paya Benua semakin maju, profesional dalam pengelolaan administrasi pembelajaran serta menjadi madrasah yang melahirkan generasi unggul, berilmu, dan berakhlak mulia.(*)