Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KOPASSAS IAIN SAS Babel Gelar Youth Camp 2025

avatar Tong Hari
Tong Hari

105 x dilihat
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KOPASSAS IAIN SAS Babel Gelar Youth Camp 2025
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KOPASSAS IAIN SAS Babel Gelar Youth Camp 2025



IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Komunitas Pencinta Alam-Sosial Syaikh Abdurrahman Siddik (KOPASSAS), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung mengelar Youth Camp memperingati Hari Lingkungan Sedunia di Desa Batu Beriga, Bangka Tengah, selama dua hari Sabtu- Minggu, 21- 22 Juni 2025.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara KOPASSAS IAIN SAS Babel dan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Bangka Belitung, Nusantara Fund dan berbagai mitra lingkungan lainnya.

Ketua Umum KOPASSAS, Adika Cipta Setiawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Terutama kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang telah bekerja sama dalam kegiatan penanaman mangrove. Dan rencana selanjutnya, penanaman ini akan kami pantau secara berkala karena sudah termasuk ke dalam program kami,” tuturnya.

Ia menambahkan Kegiatan ini melibatkan para pemuda dari berbagai daerah di Bangka Belitung yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, khususnya dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir.

Rahul Ikhsan, perwakilan Walhi Bangka Belitung Serangkaian acara edukatif dan inspiratif dilaksanakan selama dua hari penuh, di antaranya penanaman mangrove, diskusi materi lingkungan, pemutaran film dokumenter, hingga sesi sharing dan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL).

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan penanaman mangrove sebagai bentuk konkret kepedulian peserta terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. “Hari ini kita menanam bakau sebagai bentuk kepedulian kita terhadap laut dan ekosistem, selain itu ini sebagai langkah kita, komitmen dan bentuk simbol kita dalam menghilangkan aktivitas-aktivitas yang merusak lingkungan hidup,” ujar Rahul Ikhsan

Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai latar belakang, seperti tokoh masyarakat Desa Batu Beriga, akademisi, hingga perwakilan dari instansi kehutanan. Materi yang disampaikan meliputi sejarah perjuangan masyarakat dalam menjaga lingkungan, kondisi aktual ekosistem di Bangka Belitung, serta teori gerakan sosial yang mendorong partisipasi aktif kaum muda.

Menjelang penutupan kegiatan, dilakukan sesi pemutaran film "Luluh Lantak Timah" yang menggambarkan dampak nyata aktivitas tambang terhadap lingkungan hidup. Film ini disambut antusias oleh peserta dan menjadi pemantik diskusi dalam sesi RTL.

Kegiatan ditutup secara resmi dengan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen untuk terus menjaga dan memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup di Bangka Belitung.(*)