Persiapan Seleksi SPAN-PTKIN dan Pendaftaran UM-PTKIN 2021

avatar Mega Paraiyannie
Mega Paraiyannie
Persiapan Seleksi SPAN-PTKIN dan Pendaftaran UM-PTKIN 2021
Rapat Persiapan Seleksi SPAN-PTKIN 2021 secara Daring

Sosialisasi Pendaftaran UM-PTKIN 2021
Sosialisasi Pendaftaran UM-PTKIN 2021

IAINSASBABEL.AC.ID - BANGKA. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai penyelenggara pendidikan setelah SMA/SMK/MA/MAK/Pesantren Mu'adalah dapat menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di PTKIN berdasarkan rekomendasi dari Kepala Sekolah/Madrasah. Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya layak mendapat kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa di UIN/IAIN/STAIN melalui Jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) Tahun 2021.

SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.

Pendaftaran SPAN-PTKIN 2021 yang dilaksanakan pada 19 Februari - 27 Maret 2021, terdapat 421 siswa memilih IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sebagai pilihan pertama dalam melanjutkan jenjang pendidikan pada Perguruan Tinggi. Proses Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2021, selanjutnya seleksi tahap I yang akan dilaksanakan pada 01-05 April 2021 dan seleksi tahap II pada 06-08 April 2021. 

Panitia PMB SPAN-PTKIN Pusat dan IAIN SAS Babel melaksanakan rapat persiapan seleksi SPAN-PTKIN 2021 secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (31/3/2021). Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Drs. H. Ika Robiantari, M.Pd.I Kepala Bagian AKK dan Prayudi, S.E. Tim TIK SPAN-PTKIN IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Narasumber menyampaikan materi diantaranya yang terkait dengan persiapan seleksi tahap I dan II, waktu seleksi dan proses verifikasi berkas pendaftaran mahasiswa.

Kegiatan Zoom Meeting ini dilanjutkan dengan Sosialisasi Pendaftaran UM-PTKIN 2021 yang diikuti oleh Bagian Akademik dan Humas dari seluruh PTKIN Se-Indonesia yang dimulai pada pukul 12.30 WIB. 

Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) merupakan proses seleksi masuk UIN, IAIN, STAIN dan PTN yang memiliki Izin Program Studi dibawah Koordinasi Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia di seluruh Indonesia melalui ujian tertulis yang dilaksanakan secara bersama berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE).

UM-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh UIN/IAIN/STAIN dalam sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Pembiayaan penyelenggaraan UM-PTKIN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dijelaskan dalam sosialisasi tersebut adalah panduan pendaftaran UM-PTKIN Tahun 2021 dan mekanisme pembayaran UM-PTKIN serta alur ujian SSE. Secara garis besar, tata cara pendaftaran, pembayaran dan alur ujian SEE masih sama seperti tahun sebelumnya. Panitia mencoba memperbaiki kendala yang dialami dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur UM-PTKIN Tahun 2021, begitu juga yang dilakukan oleh panitia SPAN-PTKIN Tahun 2021.

“Terkait dengan UM-PTKIN kita akan menyiapkan persiapan-persiapan untuk pelaksanaan ujian. Setelah itu kita juga akan melakukan sosialisasi ke beberapa tempat tujuan, diantaranya yang sudah diprogramkan yaitu Belitung. Berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak terkait yaitu Kemenag Belitung dan Pemerintah Daerah Belitung juga terkait penguatan sosialisasi tersebut, dengan harapan jumlah pendaftar dari Belitung meningkat lebih signifikan. Tentunya setelah SPAN ini UM-PTKIN menjadi prioritas kita dan Jalur Mandiri juga tidak boleh ditinggalkan. Secara keseluruhan setelah tiga jalur itu selesai, kami juga melakukan seleksi tentang pemahaman keagamaan yang kami sebut QQ, jadi Qiraatul Quran dan beberapa materi terkait untuk menseleksi sejauhmana tingkat pemahaman calon mahasiswa yang akan masuk ke IAIN SAS Babel. Mudah-mudahan semangat itu berimplikasi positif terhadap penguatan keislaman dan peradaban di Kepulauan ini karena faktanya IAIN SAS Babel merupakan satu-satunya PTKIN di Provinsi ini” papar Rusydi.

 

(Penulis: Mega Paraiyannie | Editor: H. Ika Robiantari)