Sinergi Polda dan Akademisi: Mahasiswa IAIN SAS Babel Dibekali Peran Jaga Kamtibmas Melalui FGD

avatar Tong Hari
Tong Hari

30 x dilihat
Sinergi Polda dan Akademisi: Mahasiswa IAIN SAS Babel Dibekali Peran Jaga Kamtibmas Melalui FGD
Sinergi Polda dan Akademisi: Mahasiswa IAIN SAS Babel Dibekali Peran Jaga Kamtibmas Melalui FGD

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.. Dalam upaya membangun kesadaran dan sinergi di kalangan generasi muda, Direktorat Binmas Polda Bangka Belitung bekerja sama dengan mahasiswa Praktek Profesi Lapangan (PPL) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN SAS Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) di Aula Terpadu, pada Selasa, 07 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung dinamis ini mengusung tema relevan, yaitu “Peran Mahasiswa dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Wilayah Hukum Polda Kepulauan Bangka Belitung. 

Acara juga dihadiri oleh Wakil Rektor IAIN SAS Babel, Prof.Dr. Hatamar, M.Ag yang memberikan sambutan sekaligus dorongan kepada para mahasiswa untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang dapat memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.

Forum Grup Diskusi ini menghadirkan tiga pemateri kompeten sekaligus untuk memberikan pandangan yang komprehensif. 

Salah satu pemateri utama, Aiptu Mirtawansyah, S.Pd.I., dalam penyampaian materinya menekankan pentingnya kolaborasi. "Forum diskusi ini bertujuan agar Kepolisian Daerah (Polda) dapat menjangkau serta memberikan informasi dan edukasi kepada mahasiswa. 

Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa keamanan dan ketertiban di lingkungan kampus merupakan tanggung jawab bersama yang harus senantiasa dijaga," tegasnya.

Ia menambahkan, "Saat ini, potensi Bangka Belitung tidak hanya terbatas pada timah dan sawit, tetapi juga pada keamanan sebagai aset yang fundamental. Oleh karena itu, kami berharap kampus dapat menjadi perpanjangan tangan dan mitra strategis kepolisian. 

Kami ingin membangun konsep pemolisian berbasis komunitas (community policing) di mana mahasiswa menjadi bagian dari Kepolisian itu sendiri. Dengan demikian, berbagai potensi masalah di kampus dapat diantisipasi dan diselesaikan secara proaktif oleh mahasiswa sebagai mitra penjaga ketertiban."

Setelah sesi penyampaian materi selesai, forum dibuka untuk dialog interaktif. Para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung. Berbagai pertanyaan kritis dilontarkan, mulai dari cara efektif menyikapi berita hoaks di media sosial, peran mahasiswa dalam mencegah perundungan siber (cyberbullying), hingga strategi pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda. Diskusi yang berjalan hangat menunjukkan betapa mahasiswa siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan Forum Grup Diskusi ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial, tetapi dapat membekali mahasiswa dengan wawasan serta motivasi yang kuat untuk turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sebagai tindak lanjut, diharapkan akan terbentuk forum komunikasi berkelanjutan antara mahasiswa dan pihak kepolisian.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam dunia akademik, tetapi juga berperan nyata dalam pembangunan sosial dan menjaga stabilitas keamanan di daerahnya masing-masing. Kegiatan semacam ini menjadi wahana penting untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai unsur masyarakat demi tercapainya kondisi Bangka Belitung yang harmonis, aman, dan damai.(*)