IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Dalam upaya menanggulangi ancaman paham radikalisme dan terorisme di lingkungan Kampus, Badan Nasional Penanggulangan Terorsime Republik Indonesia (BNPT-RI) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)Provinsi Bangka Belitung menghelat acara Kampus Kebangsaan di IAIN SAS Bangka Belitung.
dengan tema “Tolak Ekstrimisme dan Terorisme, Wujudkan Kampus Kebangsaan” yang dilaksankan di Aula Gedung Terpadu IAIN SAS Babel. (09/10/2024).Kegiatan yang di ikuti oleh Dosen, Pegawai dan Ratusan Mahasiswa IAIN SAS Babel.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan,M.S.I yang di wakili oleh Wakil Rektor I Prof.Dr.H. Hatamar, M.Ag menyambut baik kegiatan ini dan Bekisah Berkeluh Kisah Dialog Kebangsaan ini.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BNPT RI dan FKPT Babel yang hadir di kampus IAIN SAS Babel, hadir di tengah-tengah mahasiswa. “Mahasiswa adalah generasi penting untuk memperoleh wawasan kebangsaan dan nasionalisme ditengah pluralisme Indonesia”, ungkap Hatamar.
“Menghadapi terorisme saat ini adalah dengan penguatan ideologi, mahasiswa memiliki intelektualitas dan responsitifitas terhadap masalah kedepan, manfaatkan kegiatan ini dengan baik karena narasumber adalah pakar yang kompeten terkait pencegahan terorisme.” Pungkas Warek
“IAIN SAS Babel akan melakukan Kerjasama dengan pihak BNPT RI dan FKPT Babel terkait peningkatan wawasan kebangsaan melalui tridharma perguruan tinggi”, ungkap Hatamar.
Sebelum memulai dialog Bekisah Berkeluh Kisah Dialog Kebangsaan ini IAIN SAS Bangka Belitung melakukan Penandatanganan Memorandum Of Agreement (MoA)) dengan FKPT Babel.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Kasubdit Pemberdayaan masyarakat BNPT RI Kol. (Sus) Dr. Harianto, S.Pd.,M.Pd menyampaikan mahasiswa tentunya harus punya kepekaan untuk bisa mengenali tanda-tanda yang sudah mengarah kepada intolaran itu seperti apa, minimal kepada dirinya sendiri dan juga di lingkungannya, baik di lingkungan teman-temannya dan juga lingkungan di keluarganya,” ujar Harianto
Selanjutnya, Kolonel Harianto menekankan pentingnya peran institusi pendidikan, terutama universitas, dalam membangun kesadaran dan partisipasi aktif mahasiswa serta civitas akademika dalam pencegahan radikalisme dan terorisme.
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.
Pengertian Bela Negara menurut UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.
Menurutnya, kepekaan -kepekaan ini tentunya harus dipertajam oleh para individu-individu para mahasiswa. “Sehingga paham-paham intoleransi dan radikalisme dan sebagainya tadi tidak masuk ke lingkungan individu, kampus ataupun keluarga dan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan tentang pengertian dari intoleransi, radikalisme dan terorisme serta faktor-faktor yang menjadi penyebab pelaku terorisme yaitu mencari jati diri, kebutuhan untuk saling memiliki, ingin memperbaiki apa yang mereka yakini sebagai ketidakadilan serta untuk mencari sensasi.
Harianto menjelaskan Hal ini dalam rangka untuk menciptakan deteksi dini, bisa mendeteksi secara dini, kemudian melakukan perlawanan, daya cegah, daya tangkal, daya lawan agar kampus ini terbebas dari paham-paham intoleransi, radikalisme apalagi juga terorisme,” ujarnya
Diakhir penyampaiannya Wawasan Kebangsaan dalam kerangka NKRI, adalah cara kita sebagai bangsa Indonesia di dalam memandang diri dan lingkungannya dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan, dengan berpedoman pada falsafah Pancasila dan UUD 1945 atau dengan kata lain bagaimana kita memahami Wawasan Nusantara sebagai satu kesatuan POLEKSOSBUD dan HANKAM.”jelasnya.
Kegiatan yang dimoderatori dosen IAIN SAS Babel, Dinar Pratama, M.Pd yang juga sekaligus anggota FKPT Babel berjalan menarik. Beberapa pertanyaan juga dilontarkan sejumlah peserta kepada narasumber dalam diskusi ini.(*)