IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam(FSEI) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) melaksanakan program Diseminasi Moderasi Beragama Bagi Dosen dan Mahasiswa di Aula Gedung Terpadu Selasa, 23/4/2024.
Acara ini dihadiri Wakil Dekan I Dr.Rahmat Ilyas,M.S.I,.Wakil Dekan II Dr. Hendra Cipta,M.S.I, Para Kaprodi, Dosen dan Ratusan Mahasiswa di lingkungan FSEI.
Dekan FSEI Dr. H. Iskandar, M.Hum dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diisi oleh Narasumber yang telah memiliki Sertifikat Moderasi dari Kemenag dan berharap jadi leading sektor kegiatan serupa di IAIN, FSEI memberi pemahaman tentang moderasi beragama kepada mahasiswa dan untuk aktif kedepan berkolaborasi dengan FKUB Pangkalpinang terang Iskandar.
Tujuan diseminasi tak lain adalah meningkatkan kapasitas Dosen dan Mahasiswa untuk menumbuhkan gerakan moderasi beragama ,” ungkapnya.
Rektor IAIN SAS Babel di Wakili oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) H. Yayat Supriyadi, M.Si sekaligus membuka kegiatan Diseminasi Moderasi Beragama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini Kemenag memiliki lima program prioritas yaitu yaitu Penguatan Moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, Kemandirian pesantren dan Cyber Islamic University.
Lanjut Yayat Moderasi beragama “Bagaimana kita merubah cara pandang kita dan tingkah laku kita dalam beragama dengan mengedepankan toleransi serta saling menghargai dan menghormati sesama umat beragama,” dan cara padang moderat dalam beragama. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dekan dan Dema yang telah sinergi melaksakan kegiatan ini. ujarnya
Paparan Materi pertama disampaikan oleh Dr.Hendra Cipta, M.S.I yang menyampaikan kepada dosen dan mahasiswa bagaimana menjadi insan yang humanis dan toleran serta nilai-nilai wasathiyyah yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis. Hendra juga menyampaikan empat indikator moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan menghargai tradisi.
Perkembangan penguatan moderasi beragama dari tahun 2019 – 2024 dan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi dan masyarakat juga dijelaskan secara rinci oleh Hendra sebagai narasumber.
Selanjutnya Materi Kedua Reno Ismanto,Lc., MIRKH Paparan Moderasi Beragama dalam kerangka berbangsa dan bernegara tercermin dalam dua aspek:Toleransi dengan pemeluk antar agama, Toleransi dengan sesama pemeluk agama (intra agama).
Reno, menjelaskan moderasi beragama merujuk kepada “sikap dan upaya menjadikan agama sebagai dasar dan prinsip untuk selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem (radikalisme) dan selalu mencari jalan tengah yang menyatukan dan membersamakan semua elemen dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa Indonesia.”(*)
Penulis : Ayaknan