IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Salah satu dosen Program Studi(Prodi), Hukum Ekonomi Syariah(HES), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam(FSEI), IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Al Fakhri Zakirman, turut berpartisipasi dalam kegiatan International Conference on Islamic Economics and Business (ICoIEB) 2025 yang diselenggarakan oleh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi pada 12–13 November 2025 di Kampus Utama.
Dalam konferensi internasional yang dihadiri oleh akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi nasional maupun luar negeri, Al Fakhri Zakirman mempresentasikan hasil penelitiannya dengan tema “Maqashid Syariah and Halal Eco-Tourism: Studi Kasus Danau Pading Desa Perlang, Bangka Tengah.” Penelitian tersebut membahas konsep pengembangan wisata halal berbasis maqashid syariah sebagai model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, dengan menyoroti potensi wisata Danau Pading sebagai destinasi halal eco-tourism di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Al Fakhri, pendekatan maqashid syariah dalam pariwisata halal tidak hanya menekankan pada aspek kehalalan produk dan layanan, tetapi juga pada nilai kemaslahatan, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat lokal. “Melalui pendekatan maqashid syariah, kita dapat membangun konsep pariwisata yang tidak sekadar memenuhi kebutuhan rekreasi, tetapi juga berkontribusi pada nilai keberlanjutan, keadilan, dan kemanfaatan sosial,” ucap Al Fakhri dalam paparannya.
Partisipasi dosen dalam kegiatan ilmiah internasional seperti ICoEB menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas akademik dan reputasi kelembagaan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap akreditasi program studi. Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN SAS Babel Dr. H. Iskandar, M.Hum menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas keikutsertaan Al Fakhri Zakirman dalam forum ilmiah internasional tersebut.
“Kami bangga dan mendukung penuh kontribusi dosen-dosen kami di kancah akademik internasional. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan keilmuan dan peningkatan daya saing prodi di tingkat global,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya ICoIEB 2025, diharapkan terjalin kolaborasi riset yang lebih luas antara perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam bidang ekonomi dan bisnis syariah, serta memperkuat posisi IAIN SAS Babel sebagai salah satu institusi yang aktif dalam pengembangan keilmuan berbasis maqashid syariah dan ekonomi berkelanjutan.(*)