IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel)Sukses menggelar Webinar Internasional yang dilaksanakan oleh Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Webinar Internasional ini dilaksanakan dengan menghadirkan empat narasumber.
Narasumber pada webinar internasional yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting yaitu Sahibzada M. Wasim Jan, P.Hd dari Department of Business Administration, Sukkur IBA University, Pakistan, Mohammad Mahbubi Ali, P.hD, yang merupakan Chairman, STAI Sidogiri & Islamic Finance Expert Brunei Darussalam Central Bank , serta Dr. Mursal, M.Ag dari Muhammadiyah University, West Sumatra, Indonesia.
Kegiatan webinar yang digelar pada hari kamis, 2 Mei 2024, mengangkat tema : “Islamic Economic Law and the Role of Government in Developing Islamic Economics: Pakistan, Malaysia and Indonesian Experience” dan berlangsung dengan semarak dengan peserta sebanyak 250 peserta dari berbagai kampus dan latar belakang, baik dosen dan mahasiswa.
Hadir dalam kegiatan ini Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.S.I yang menjadi keynote speaker. Hadir juga Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Dr. Iskandar, M.Hum, Wakil Dekan I, Dr. Rahmat Ilyas, M.S.I, Wakil Dekan II, Dr. Hendra Cipta, M.S.I dan Kaprodi HES, Reno Ismanto, Lc., MIRKH.
Dr. Iskandar, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendisukusikan bagaimana peran negara dalam memperkuat ekosistem ekonomi islam, termasuk dari aspek Hukum Ekonomi Syariah.
Sementara Rektor IAIN SAS Babel Dr.Irawan,M.S.I yang membuka resmi sekaligus memberikan keynote, menjelaskan bahwa di Indonesia, Negara sudah hadir dengan berbagai instrument untuk mengembangkan Islamic Economics, baik dalam bentuk regulasi, Lembaga yang memayungi dan mengawasi berbagai kegiatan, terutamanya di sektor Keuangan, seperti OJK, KNEKS, DSN MUI, dan lain sebagainya.
Ia Menambahkan tidak hanya itu, dalam memperkuat ekonomi Islam, negara hadir dalam bentuk memberikan jaminan halal terhadap produk yang beredar dan dikonsumsi oleh Masyarakat di negara Indonesia. Di mana BPJPH dan BI bersinergi dalam penjaminan ini, salahsatu dengan adanya program sertifkat halal gratis dengan metode self declare.Ujarnya.
Narasumber dari Department of Business Administration, Sukkur IBA University, Pakistan, mendiskusikan bagaimana Sejarah perkembangan Ekonomi Islam. Dimulai dengan pembentukan negara Pakistan yang secara Ideologi berdasarkan Islam. Lalu secara perlahan dengan berbagai tahapan, aturan-aturan syariat diadopsi dalam konstitusi Negara Pakistan.
Sementara itu, Narasumber Mohammad Mahbubi Ali, P.hD, memberikan materi tentang perkembangan ekonomi Islam di Malaysia, spesifiknya pada aspek keuangan. Dalam pemaparannya, disampaikan aspek-aspek yang membedakan antara yang di Malaysia dan Indonesia. Secara umum aspek-aspek ini memberikan impak yang cukup besar dalam keberhasilan Malaysia menjadi salahsatu pusat keuangan Islam terbesar di Dunia.
Dr. Mursal, M.Ag, Narasumber ketiga, lebih menyoroti terkait tantangan dan faktor-faktor yang menjadikan Ekonomi Islam di Indonesia masih belum semaju negara lain. Setidaknya ada beberapa faktor diantaranya faktor ideologi, miss understanding, serta masih lemahnya literasi kepada Masyarakat secara umum.
Webinar berlangsung dengan antusias dari peserta dan diakhiri dengan sesi diskusi dengan para narasumber.(*)
Penulis : Reno Ismanto dan Ayaknan