Kapolres Belitung Timur dan Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Panen Jagung Bersama Kelompok Tani: Wujud Sinergi Ketahanan Pangan Desa Gantung

avatar Tong Hari
Tong Hari

57 x dilihat
Kapolres Belitung Timur dan Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Panen Jagung Bersama Kelompok Tani: Wujud Sinergi Ketahanan Pangan Desa Gantung
Kapolres Belitung Timur dan Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Panen Jagung Bersama Kelompok Tani

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.  Komitmen terhadap ketahanan pangan dan penguatan sektor pertanian lokal ditunjukkan secara nyata dalam kegiatan panen jagung yang berlangsung di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan ini melibatkan Kapolres Belitung Timur, AKBP. Indra Vely Dalimonte., SIK, S.H, M.H, yang hadir bersama jajaran, serta sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dan Universitas Islam Negeri(UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

Panen jagung ini merupakan hasil dari kerja keras kelompok tani Desa Gantung yang telah menggarap lahan seluas kurang lebih satu hektare. Dari proses penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga masa panen, seluruh tahapan dilakukan secara mandiri oleh para petani desa setempat.

Menariknya, hasil panen tersebut memiliki kualitas yang baik dan menjadi pemasok pertama ke gudang BULOG yang ada di Belitung Timur, sebagai bagian dari program ketahanan pangan daerah.

Kehadiran Kapolres Belitung Timur dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan institusi kepolisian terhadap sektor pertanian, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat penegak hukum, masyarakat, dan dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, AKBP Indra Vely Dalimonte menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras kelompok tani dan mahasiswa yang turut ambil bagian dalam proses pembangunan pertanian desa.

“Saya sangat menghargai upaya kelompok tani Desa Gantung dan rekan-rekan mahasiswa KKN. Jika pembibitan saja bisa dibantu, maka saya juga siap mendukung peminjaman lahan dan akan mengirim surat untuk membantu penyediaan traktor. Kita harus bersama-sama memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Kapolres.

 

Sementara itu, Koordinator KKN, Asep Wahyudin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas undangan dari kelompok tani dan bangga dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan pertanian desa.

Ia menilai pengalaman ini sebagai pelajaran berharga dan motivasi besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Kami merasa terhormat bisa terlibat langsung dalam kegiatan panen jagung ini. Apa yang dilakukan oleh kelompok tani Desa Gantung adalah bukti nyata bahwa pertanian berbasis kemandirian dapat berkembang pesat dengan dukungan semua pihak.

Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus bergerak bersama masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Asep.

Ketua Kelompok Tani Desa Gantung, Dedy, turut menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, mahasiswa, dan instansi pemerintah yang hadir. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat diperluas hingga ke tingkat pemerintah daerah dan pusat, guna meningkatkan nilai jual hasil pertanian lokal dan menarik perhatian Kementerian Pertanian.

“Terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah mendukung kami dalam menjaga ketahanan pangan. Kami juga berharap pemerintah daerah bisa lebih aktif berkolaborasi dalam mengembangkan sektor pertanian, agar pertanian di Belitung Timur bisa lebih maju dan dilirik oleh Kementerian,” ungkap Dedy.

Kegiatan panen ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor – antara aparat negara, mahasiswa, dan petani – mampu membentuk kekuatan kolektif dalam memajukan desa. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi pemicu lahirnya inisiatif serupa di desa-desa lain dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.(*)