KKN Nusantara Kelompok 17 Angkat Warisan Tenun Sancta Maria Boro dari Semak ke Dunia Digital

avatar Tong Hari
Tong Hari

35 x dilihat
KKN Nusantara Kelompok 17 Angkat Warisan Tenun Sancta Maria Boro dari Semak ke Dunia Digital
KKN Nusantara Kelompok 17 Angkat Warisan Tenun Sancta Maria Boro dari Semak ke Dunia Digital

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Tenun tradisional Bruder FIC Boro di Dusun Semak, Banjarasri, Kalibawang, kini memasuki era baru. Mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 17 Padukuhan Semak melakukan digitalisasi pemasaran dengan membuat akun marketplace Shopee dan mengoptimalkan promosi melalui TikTok,Jumat,15/8/2025.

Program ini bertujuan memperluas jangkauan pasar serta mengenalkan kekayaan tenun khas Semak kepada masyarakat luas.

Rumah Tenun Bruder FIC Boro, yang berdiri sejak tahun 1938 dan menempati bangunan berstatus cagar budaya sejak 2019, mempertahankan proses produksi yang sepenuhnya tradisional. 

Mereka menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), menjaga kualitas dan keaslian produk dari generasi ke generasi. Bangunan tua dengan nuansa klasik, sistem kerja manual, dan pengelolaan sederhana menjadi ciri khas yang membuat setiap lembar kain memiliki nilai seni tinggi.

Hasil tenun Bruder FIC Boro beragam, mulai dari baju lurik, kemeja, sarung, selimut, hingga serbet dapur, semuanya dikenal kuat, tahan lama, dan memiliki motif khas. Lebih dari sekadar karya seni, rumah tenun ini juga menjadi salah satu pintu lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar Dusun Semak, sehingga berperan dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Program digitalisasi ini disambut hangat oleh Bruder Yohanes, selaku pengelola.“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kreativitas adik-adik mahasiswa. Selama ini pemasaran kami masih sederhana. Dengan adanya Shopee dan TikTok, kami optimis produk ini bisa dikenal lebih luas tanpa kehilangan nilai tradisionalnya,” ujarnya.

Sanjai Saputra, Koordinator Media KKN, menjelaskan bahwa timnya tidak hanya membuat akun penjualan, tetapi juga melatih pengelola dalam menggunakan media sosial secara efektif. “Kami mengajarkan cara membuat konten yang menarik, konsisten, dan sesuai karakter produk. Harapannya, pihak pengelola bisa mengelola akun ini secara mandiri ke depannya,” jelasnya.

Agung, Ketua Kelompok KKN, juga menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih kepada Bruder Yohanes dan seluruh pengelola yang terbuka menerima ide kami. Semoga digitalisasi ini menjadi langkah awal yang membawa tenun tradisional Semak semakin dikenal, sekaligus membantu perekonomian masyarakat,” katanya.

Dengan sentuhan teknologi, warisan budaya tenun yang telah berdiri hampir satu abad ini diharapkan mampu bersaing di pasar modern, tetap setia pada akar tradisi, dan terus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Semak.

Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 17 KKN Nusantara ini terdiri Sanjai Saputra(IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung). ,Eka Santi Maharani (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).,Fitrotul Mukaromah( UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).,Agung Prajoko (UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta)., Fatna Arida Widiyaningsih (UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta) M. Rizqondani Muhalan (UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta).

 Muhammad Aufa Faiz(UIN Sunan Kudus)., Muhammad Salman Alfarisy (UIN Raden Fatah Palembang )., Al Fitrah Maharanny (UIN Pare-Pare ) Ussisa Zakiyatul Nur Azzahra (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) Dan Utari Nurul Ivti (UIN Mataram Mataram).(*)