Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Bersama Dasa Wisma Desa Bentaian Jaya Adakan Sosialisasi dan Praktek Biopori

avatar Tong Hari
Tong Hari

112 x dilihat
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Bersama Dasa Wisma Desa Bentaian Jaya Adakan Sosialisasi dan Praktek Biopori
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Bersama Dasa Wisma Desa Bentaian Jaya Adakan Sosialisasi dan Praktek Biopori


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan lubang resapan biopori yang bertempat di Desa Bentaian Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa, 29 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga serta optimalisasi resapan air tanah melalui penerapan teknologi biopori.

Peserta dalam kegiatan ini adalah tujuh orang perwakilan ibu-ibu Dasa Wisma yang memiliki pekarangan dan ketertarikan dalam bidang pengelolaan lingkungan. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang akrab dan penuh semangat kebersamaan.

Acara dimulai dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN mengenai konsep, manfaat, dan langkah-langkah teknis dalam pembuatan lubang biopori. Sosialisasi dilakukan secara interaktif, diselingi tanya jawab serta diskusi ringan mengenai peran penting ibu rumah tangga dalam menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan keluarga.

Ketua Kelompok KKN, Achmad Syabran, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam menyebarluaskan praktik sederhana yang berdampak positif terhadap lingkungan.

"Kami melihat bahwa ibu-ibu Dasa Wisma di Desa Bentaian Jaya memiliki potensi luar biasa dalam pengelolaan pekarangan rumah mereka. Dengan pendekatan yang komunikatif dan praktik langsung, kami berharap mereka dapat menerapkan lubang biopori secara mandiri dan bahkan menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing," ujar Achmad.

Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik, di mana para peserta dengan antusias mencoba langsung membuat lubang biopori dengan panduan dari mahasiswa. Beberapa ibu bahkan menyatakan niat untuk membagikan informasi ini kepada anggota Dasa Wisma lainnya yang belum sempat hadir. Salah satu peserta menyampaikan,

"Posternya ibu bawa ya, Kak, biar nanti bisa kami bantu jelaskan ke ibu-ibu yang tidak bisa datang."

Pernyataan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan keinginan kuat dari para peserta untuk menularkan manfaat kegiatan ini lebih luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu Dasa Wisma dapat menjadi pelopor dalam menerapkan teknologi sederhana yang ramah lingkungan di lingkup rumah tangga masing-masing, sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di Desa Bentaian Jaya.

Demikian berita acara ini disusun sebagai dokumentasi resmi pelaksanaan program kerja Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Kelompok 3, sekaligus sebagai bukti kontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat berbasis pemberdayaan dan edukasi lingkungan.(*)