Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Gagas Pembukaan Lahan Pertanian: Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Desa Lalang

avatar Tong Hari
Tong Hari

75 x dilihat
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Gagas Pembukaan Lahan Pertanian: Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Desa Lalang
Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Gagas Pembukaan Lahan Pertanian: Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Desa Lalang

IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kegiatan pembukaan lahan pertanian di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan strategis ini melibatkan sinergi aktif antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Lalang, Bhabinkamtibmas, Penyuluh Pertanian, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Belitung Timur. Pembukaan lahan dilakukan sebagai langkah awal dari program unggulan KKN bertajuk "Ketahanan Pangan sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan."

Pembukaan lahan seluas ±0,5 hektare  melibatkan Dinas PU Belitung Timur menurunkan satu unit ekskavator untuk membantu proses pembukaan lahan, sementara DPRD Belitung Timur memberikan bantuan 100 liter solar guna menunjang operasional alat berat.

Lahan tersebut direncanakan akan ditanami berbagai komoditas pangan seperti jagung dan sayur-sayuran yang bernilai konsumsi tinggi dan berpotensi memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan pertanian tidak bisa berjalan sendiri, tetapi memerlukan kerja sama lintas sektor.

Kepala Desa Lalang, Muhammad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para mahasiswa KKN IAIN SAS Babel serta seluruh pihak yang telah terlibat.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah merancang dan merealisasikan program ini. Dukungan dari Dinas PU dan DPRD Belitung Timur juga sangat berarti dalam mempercepat proses pembukaan lahan. Ini adalah langkah positif untuk ketahanan pangan di desa kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Desa Lalang Fahmi Risalatin, SP menyampaikan dukungannya kepada mahasiswa sebagai pelopor gerakan pangan lokal.

“Saya sangat mengapresiasi semangat mahasiswa yang telah menjadi motor penggerak kegiatan ini. Program ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat desa,” tuturnya.

Perwakilan mahasiswa, Rhamadhan Heza Al Amin, mengungkapkan rasa syukur dan harapan besar atas dukungan yang diterima dan sangat berterima kasih atas kerja sama dan sambutan hangat dari pihak desa serta instansi terkait. Semoga program ini menjadi awal dari perubahan yang lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat Desa Lalang. Kami ingin meninggalkan kontribusi nyata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengatakan Program ini juga merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir membawa teori, namun juga solusi dan aksi konkret di lapangan.

Pembukaan lahan pertanian ini diharapkan menjadi pemantik semangat swadaya masyarakat dalam mengelola sumber daya alam yang ada demi tercapainya kemandirian pangan desa.

Ke depan, mahasiswa KKN berkomitmen untuk terus mengawal keberlangsungan program ini, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga panen. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, Desa Lalang diharapkan dapat menjadi salah satu contoh desa tangguh pangan di Kabupaten Belitung Timur.(*)