IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA.Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN )Kelompok 18 IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Namang, Kecamatan Namang, mengadakan kunjungan ke Kelompok Tani (KT) Kebun Melon desa setempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk terlibat langsung dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pertanian lokal.Kamis, 31/7/2025.
Imam sekaligus pemilik kebun melon, menceritakan bahwa ide ia mendirikan kebun melon ini dari ketertarikannya setelah sering menonton berita dan film yang membahas pertanian. Saat ini, kebun tersebut telah mengelola dua lahan dengan ukuran 33x12 meter dan 37x15 meter.
Kebun melon sendiri membudidayakan lima jenis melon yaitu, sweet net, golden aroma, goldan apollo, fujisawa, dan dalmatian. Proses perawatannya pun lebih mudah karena tempat kebun ini dibuat dalam area tertutup yang mampu mengurangi serangan hama serangga.
Menurut Imam, tantangan terbesar dalam budidaya melon di Desa Namang adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Hal ini sering kali menyebabkan jamur tumbuh pada daun melon, yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
Biasanya dalam satu kali panen, dari lahan berukuran 33x12 meter yang ditanami sekitar 1.100 pohon, setiap pohon dapat menghasilkan satu buah melon dengan berat antara 1 hingga 1,3 kilogram.
Lebih menariknya, hasil panen kebun melon ini tidak dijual ke luar daerah, melainkan menjadi bagian dari wisata petik buah yang ditawarkan langsung di lokasi. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan luar daerah.
“Keunggulan melon itu sendiri, rasanya yang lebih manis karena menggunakan sistem hidroponik dan bebas dari residu pestisida. Mutu buah pun sudah diuji secara gratis oleh dinas pertanian”, ujar Imam.

Pemerintah desa turut mendukung pengembangan kebun ini melalui promosi serta fasilitasi pengujian mutu buah. Harapan ke depan, kebun ini bisa dikembangkan lebih luas dan mampu menjangkau lebih banyak pembeli serta wisatawan.
“Kami ingin belajar langsung dari masyarakat, khususnya para Kelompok Tani, tentang proses pertanian yang selama ini mereka jalankan. Ternyata, prosesnya cukup telaten, mulai dari memilih benih hingga menyiapkan media tanam” ujar Dendi ketua kelompok .
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat desa. Para anggota Kelompok Tani pun menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap kolaborasi semacam ini bisa terus dilanjutkan selama masa pengabdian berlangsung.
Dengan adanya keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan pertanian lokal, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan, serta memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian pangan di Desa Namang.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN SAS Babel tidak hanya belajar tentang teknik pertanian hidroponik, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana pertanian bisa menjadi bagian dari potensi ekonomi desa berbasis wisata edukasi dan agrowisata.(*)