Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Diminta Angkat Potensi Pembuatan Gambir di Desa Sembuang

avatar Tong Hari
Tong Hari

296 x dilihat
Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Diminta Angkat Potensi Pembuatan Gambir di Desa Sembuang
Mahasiswa KKN Melayu Serumpun Diminta Angkat Potensi Pembuatan Gambir di Desa Sembuang


IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA Mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun diharapkan dapat membantu Desa Sembuang, Pasalnya Sembuang merupakan desa yang ada di kecamatan Serbajadi, yang terletak di daerah pedalaman, di kenal dengan warisan budaya yang kaya dan tradisi yang masih terjaga hingga kini. 

Salah satunya adalah pembuatan gambir yang merupakan sebuah produk alami yang telah diwariskan dari leluhur sebelumnya.Senin, 24/8/2024.

Peserta KKN Kelompok 11 KKN Melayu Serumpun desa Sembuang M. Kiki Septiawan (IAIN SAS Babel).,Alwan Nuhdillah (UIN Imam Bonjol Padang)., Muhammad Rizal(IAIN Langsa).,Ainur Rahma (UIN Sumatera Utara).,Ahmat Su Helmi (UIN Raden Intan Lampung).,Syarifuddin( IAIN Langsa)., Tasya Agista (IAIN Langsa).,Maulia Zahara (IAIN Langsa)., Muhammad Farhan (IAIN Langsa)., Siti Unaisa (IAIN Langsa)., Rosna Dewi (IAIN Langsa)., Risti Ayu Ningsi (IAIN Langsa)., Filza Atika dari IAIN  dan Diana (IAIN Langsa)

Gambir merupakan sejenis rempah-rempah yang berasal dari tanaman Gambir. Proses pembuatannya memerlukan khusus dan pengetahuan tradisional yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya. 

Daun dan ranting tanaman gambir di panen, di tumbuk, direbus, dan diperas untuk mendapatkan dari dari daun tersebut. Kemudian air tersebut di diamkan hingga mengendap sarinya, lalu dicetak dan dikeringkan. 

Mahasiswa KKNMS V kelompok 11 desa Sembuang berinisiatif untuk membantu  pembuatan gambir tersebut. Kami mempelajari secara langsung proses pembuatan gambir yang dibuat oleh ibu-ibu di desa Sembuang ini. 

Kami membantu memetik daun gambir yang ada di ladang, kemudian daun tersebut direbus hingga warnanya kekuningan, selanjutnya kami membantu untuk menumbuk daun tersebut dengan menggunakan alat yang masih tradisional, lalu di peras airnya dan di diamkan untuk di ambil sarinya, kemudian dicetak. 

Pembuatan gambir ini tidak hanya mengajarkan kami tentang kesabaran dan ketelitian, tetapi juga melestarikan budaya yang ada di desa Sembuang. "Ujar mahasiswa KKNMS V kelompok 11" 

Budaya mengonsumsi olahan gambir tersebut sudah ada sejak generasi sebelumnya yang diwariskan sampai sekarang.

Gambir ini sangat bermanfaat bagi kekuatan gigi dan terutama bagi penderita lambung. " Ujar makyu Wulan"

Pelestarian tradisi seperti pembuatan gambir di desa Sembuang adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang tak ternilai harganya. Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian untuk generasi mendatang.(*)