IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Dr. Iqrom Faldiansyah, MA dilantik sebagai Dewan Hakim Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits Nasional (STQHN) ke- XXVIII Tahun 2025 Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadits (KTIH) oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/10/2025).
Pelantikan ini ditandai dengan pembacaan bai’at jabatan dan pemasangan baju toga kepada para dewan hakim STQH Nasional XXVIII digelar di Kendari pada 9–19 Oktober 2025 dengan melibatkan lebih dari seribu peserta dari 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Dr. Iqrom Faldiansyah, MA Pimpinan Rumah Tahfizh Al-Huda Pangkalpinang ini dihubungi secara terpisah mengungkapkan apresiasi dan kesungguhannya. Menurutnya tugas menjadi Dewan Hakim STQ Nasional merupakan salah satu bentuk pengabdian seorang dosen di tengah masyarakat.

Kehadiran dosen sebagai dewan hakim dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits Nasional (STQHN tingkat nasional memegang peran penting dalam menjaga kualitas dan integritas ajang tersebut. Keterlibatan mereka tidak hanya menambah kredibilitas penilaian, tetapi juga menunjukkan sinergi antara dunia akademik dan pengembangan nilai-nilai keislaman di masyarakat. Dengan wawasan luas dan kemampuan analitis yang tinggi, para dosen mampu menilai secara objektif, adil, dan berdasarkan standar keilmuan yang kuat.
Lebih dari itu, kehadiran dosen sebagai dewan hakim juga menjadi bentuk tanggung jawab moral civitas akademika dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits Nabi di tengah kehidupan. “Kami tidak hanya menilai aspek teknis tilawah, tetapi juga berupaya menanamkan semangat keilmuan dan keikhlasan dalam setiap penilaian,” ujar Iqrom.

Dalam sambutan dan arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pelaksanaan STQH dan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari kebudayaan Islam di Indonesia yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa MTQ dan STQH merupakan kebudayaan Islam Indonesia. Kiranya kebanggaan ini tidak dicoreng dengan catatan negatif pada setiap penyelenggaraan event yang sangat penting ini,” pesan Menag.
Menag menegaskan bahwa penyelenggaraan STQH Nasional sejalan dengan arah pembangunan nasional. “STQH ini sangat mendukung Asta Cita Presiden Indonesia yang menekankan penguatan sumber daya manusia dalam menciptakan SDM yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.
Pelantikan Dewan Hakim dan Pengawas menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan STQHN ke-28 Tahun 2025 di Kendari. Diharapkan, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, profesional, dan penuh keberkahan.(*)