IAINSASBABEL.AC.ID BANGKA. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) turut serta dalam mengembangkan potensi ikan asin, salah satu produk unggulan masyarakat pesisir di Desa Tanjung Pura.Senin,4/8/2025.
Kegiatan ini berfokus pada pendampingan dan promosi produk perikanan local Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.
Berlokasi di pesisir dengan hasil laut yang melimpah, masyarakat Tanjung Pura memanfaatkan hasil tangkapan ikan untuk diolah menjadi ikan asin. Proses pengolahan dilakukan secara tradisional dengan metode pengeringan di bawah sinar matahari menggunakan para-para bambu.
Di salah satu lokasi penjemuran, dekat Dermaga Tanjung Pura, tinggal Hartati, salah satu pengrajin ikan asin yang cukup dikenal. Beliau telah menjalankan usaha ini selama hampir lima belas tahun dan menjadi salah satu contoh pelaku UMKM lokal yang gigih.
Dalam wawancara, Hartati menjelaskan proses produksi dan pemasarannya. "Kalau panas terik, paling sehari setengah ikan sudah kering," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa ada dua metode pengolahan yang umum digunakan. "Ikan kering ini ada dua jenis cara buatnya, yang pertama direbus dahulu dengan garam baru dijemur, yang kedua langsung dijemur tanpa direbus," jelas Hartati.
.jpeg)
Mengenai jumlah produksi dan omzet, Ibu Hartati mengatakan bahwa semuanya tergantung dari jumlah pasokan ikan. "Tergantung ikan yang didapat dari supplier. Kalau banyak, produksi bisa lebih sering dan omzet juga besar," tambahnya.
Untuk pemasaran, usaha ikan asin Hartati sebagian besar masih dilakukan di sekitar rumah dan wilayah lokal. "Dijual paling di sekitar rumah saja, tidak sampai keluar Bangka. Tapi ada juga agen yang bawa ke pasar-pasar di sekitar Pangkalpinang," ujarnya.
Oktia, Ketua Kelompok KKN 30, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat masyarakat. "Kami sangat terkesan melihat semangat masyarakat dalam mengolah ikan asin. Selain menjadi konsumsi pribadi, produk ini juga menjadi sumber penghasilan tambahan," kata Oktia.
Kegiatan KKN ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung tentang ekonomi masyarakat pesisir. Kelompok 30 IAIN SAS Babel turut membantu dalam dokumentasi dan promosi produk, termasuk mengenalkan potensi branding kemasan dan pemasaran melalui media sosial.
Selain membantu kegiatan warga, kelompok KKN juga menjalin silaturahmi dengan perangkat desa dan nelayan untuk menggali lebih dalam persoalan dan peluang pengembangan usaha masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, para mahasiswa KKN untuk melatih strategi memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar.
Diharapkan, kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.(*)